Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN hasil survei elektabilitas para tokoh politik, dua tahun delapan bulan jelang pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut hingga saat ini belum ada satu kandidat capres yang bisa disebut esklusif.
Peneliti LSI Denny JA, yakni Adjie Alfaraby menyebut dari 8 tokoh yang disurvei, tidak ada satupun tokoh capres yang memperoleh elektabilitas esklusif diatas 25%.
"Hingga saat ini belum ada satu tokoh capres yang bisa disebut eskulsif karena elektabilitas tidak ada yang melampaui 25%," ungkap Adjie saat memaparkan hasil temuan dan analisis survei nasional LSI Denny JA yang disampaikan secara daring, Kamis (17/6).
Dalam survei yang dilakukan kepada 1.200 reseponden tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih menjadi tokoh dengan elektabilitas tertinggi sebagai capres 2024.
Prabowo memiliki elektabilitas sebesar 23,5%. Dikuti Ganjar Pranowo 15,5%, Anies Baswedan 13,8%, Sandiaga Uno 7,6%. Kemudian, Airlangga Hartarto 5,3%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 3,8%, Puan Maharani 2%, Erick Tohir 1,9%, dan Moeldoko 0,1%.
"Prabowo tertinggi namun tetap saja belum ada capres potensial yang memiliki elekbatilitas di atas 25 persen," paparnya.
Meski memiliki elektabilitas tertinggi dibandingkan tokoh lain, Adjie menyebut nilai elektabilitas Prabowo saat ini jauh merosot jika dibandingkan perolehan suara di Pemilu 2019 sebesar 44,5%. Dukungan Prabowo sudah merosot di atas 20 persen.
"Segmen politik tertentu juga masih menyimpan resistensi terhadap Prabowo seperti kasus politik 1998 dan juga kelompok anti Jokowi yang merasa dikhianati Prabowo karena bergabung ke pemerintahan," paparnya.
Tidak hanya itu, faktor resistensi yang turut memperkecil peluang Prabowo memenangi Pilpres ialah adanya aura kekalahan dari Prabowo yang sudah 3 kali mengikuti Pilpres sejak 2009. Kasus korupsi yang melanda kader partainya yakni Edhy Prabowo juga disinggung mempengaruhi elektabilitas Prabowo.
Baca juga: LSI: Megawati Hadapi Pilihan Dilematis, Puan atau Ganjar
"memang memunculkan satu pesismisme secara psikologis yang sulit untuk dibantah oleh Prabowo," paparnya.
Sementara itu, pada sisi lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merupakan satu-satunya partai yang bisa mengusung calon presiden (capres) tanpa perlu berkoalisi dengan partai lain. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri memiliki 2 nama potensial yang bisa diusung menjadi capres 2024, pertama Ketua DPR Puan Maharani serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Adjie Alfaraby mencoba memaparkan bagaimana skenario resiko pilihan Megawati kepada Puan dan Ganjar terhadap peluang kemenangan PDIP di Pilpres 2024. Menurut Adjie keduanya memiliki dampak komplikasi yang tidak mudah bagi PDIP.
"PDIP memiliki 2 nama potensial yang akan diusung menjadi capres 2024, akibatnya Megawati dihadapi oleh dua pilihan dilematis terkait siapa tokoh yang akan diusung oleh PDIP sebagai capres 2024," ujarnya.
Berdasarkan survei tersebut, elektabilitas Ganjar sebesar 15,5 persen jauh mengungguli Puan yang hanya memiliki elektabilitas sebesar 2 persen. Jika Megawati tetap memaksakan untuk mencalonkan Puan sebagai capres 2024 maka peluang PDIP untuk menang sangatlah kecil sehingga PDIP akan kehilangan kontrol seabgai partai yang mengontrol pemerintahan.
"Elektabilitas Puan masih rendah. Resiko capres PDIP dapat dikalahkan dan tidak lagi mengontrol pemerintahan jika Puan sebagai capres," paparnya.
Sementara itu, apabila posisi Puan digeser menjadi calon wakil presiden (cawapres) Adjie menyebut kemungkinan besar PDIP akan berkoalisi dengan Gerindra yang akan mencalonkan Prabowo Subianto sebagai presiden. Opsi ini disebut juga tidak akan menguntungkan bagi PDIP karena secara langsung telah memberikan panggung kepada Gerindra.
"Capres yang terpilih (Prabowo) besar kemungkinannya membawa partainya juga menjadi partai terbesar. Ini sama saja PDIP memberikan panggung kepada Gerindra," paparnya.
Lantas, bagaimana jika Megawati memilih Ganjar untuk dicalonkan sebagai capres 2024? Adjie menuturkan potensi PDIP untuk memenangkan Pilpres 2024 sangatlah besar. Dengan tingkat popularitas Ganjar sebesar 59 persen dan elektabilitas 15,5 persen Ganjar hanya bisa disaingi oleh capres kuat lainnya seperti Prabowo dan Anies Baswedan.
"Namun jika ganjar terpilih sebagai presiden 2024 maka Ganjar potensial menjadi Ketua Umum PDIP berikutnya. Apakah Megawati Rela?" paparnya. (OL-4)
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Survei tersebut menemukan bahwa mayoritas responden (77%) memperkirakan akan tetap bekerja setelah mencapai usia pensiun.
Menurutnya, kepercayaan publik yang sudah terbentuk perlu dijaga agar tidak menurun di tengah dinamika kebijakan dan tantangan pemerintahan.
Fernando menyebut, posisi Sjafrie sebagai sahabat karib sekaligus menteri paling berpengaruh di kabinet menjadikannya sosok yang sangat kuat.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, survei terbaru menunjukkan langkah Kejagung menunjukkan uang sitaan mendapat apresiasi.
Berdasarkan survei terhadap 1.000 responden pada akhir 2025, sebanyak 82% pekerja Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja.
KETUA DPR RI Puan Maharani memberikan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza, atau forum Board of Peace.
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
YAYASAN Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam keras kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rapat Board of Peace (BOP) yang diselenggarakan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah keberlanjutan proses reformasi di institusi Polri, Kejaksaan, hingga lembaga peradilan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan bahwa posisi partainya di luar pemerintahan justru menuntut tanggung jawab politik dan moral yang lebih besar dalam menjaga arah pembangunan
KETUA DPR RI Puan Maharani menyampaikan ucapan selamat merayakan Natal 2025 kepada seluruh umat Nasrani di Indonesia serta selamat menyambut Tahun Baru 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved