Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
KELOMPOK kriminal bersenjata yang menamakan diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengakui adanya baku tembak antara pihaknya dan aparat TNI/Polri di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak pada Kamis (3/5).
Lewat juru bicaranya, Sebby Sambom menyebutkan, pihaknya berhasil menembak mati ajudan Bupati Ilaga karena dianggap merupakan anggota TNI atau Polri. “Kami tembak dan TPNPB bertanggung jawab atas penembakan ini, dan juga bakar Bandara di Ilaga,” katanya ketika dihubungi Media Indonesia, hari ini.
Sebby menegaskan, pihaknya juga mengumumkan wilayah Ilaga sebagai zona perang. Karena itu, pihaknya meminta TNI/Polri segera menghentikan propaganda pihaknya menembak masyarakat sipil.
Baca juga: Semakin Brutal, KKB Tembak Lima Orang Satu Keluarga di Ilaga
“Tidak ada wagra sipil di wilayah konflik bersenjata, yang ada hanya TNI/Polri dengan pasukan intelejennya. Jadi jangan salahkan Pimpinan dan Pasukan TPNPB, jika ada yang kena tembak,” tegasnya.
Sebby juga memyebutkan adanya aksi penembakan lain di sejumlah tempat di distrik tersebut hari ini. Menurut laporan lapangan, setidaknya 3 orang korban meninggal dan 4 luka-luka dalam baku tembak tersebut. “Aparat TNI/POLRI menembak mati dua orang yaitu satu kepala desa dan satu masyarakat,” ungkapnya.
Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Mahfud MD telah menetapkan segala bentuk aksi kelompok kriminal bersenjata di Papua sebagai terorisme. (OL-4)
Saat proses penangkapan berlangsung, Wenda melakukan perlawanan sehingga kontak senjata pun tidak bisa dielakkan lagi.
Anggota KKB itu mengaku sebagai pelaku pembunuhan yang dilakukan tanggal 30 Januari lalu terhadap La Jahari di kawasan jalan Gunung, Yahukimo.
Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz terus berupaya memberantas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua
Faizal menyebut doktrin KKB terhadap para generasi milenial, merupakan masalah serius. Terlebih, regenerasi anggota KKB telah terjadi dan kerap beroperasi di lima kabupaten.
Tim Satgas Ops Damai Cartenz telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan proses penyelidikan dan pengumpulan informasi lanjutan.
SEORANG anggota Polri berinisial Bripda LO ditangkap karena menjual amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Ia bertugas di Polres Lanny Jaya, Papua Pegunungan,
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved