Selasa 18 Mei 2021, 14:46 WIB

Pegawai KPK Laporkan Pimpinan ke Dewas Terkait TWK

Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum
Pegawai KPK Laporkan Pimpinan ke Dewas Terkait TWK

Antara
Ilustrasi

 

PEGAWAI Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) melaporkan lima komisioner komisi antirasuah ke Dewan Pengawas (Dewas). Sejumlah pegawai melaporkan pimpinan KPK itu lantaran dituding melanggar etik terkait TWK.

"Dalam berbagai sosialisasi pimpinan KPK mengatakan tidak ada konsekuensi TWK. Kami berpikir bahwa asesmen bukanlah suatu yang bisa meluluskan dan tidak meluluskan suatu hal. Karena ini berkaitan juga dengan hak-hak kita," kata perwakilan pegawai KPK Hotman Tambunan seusai melakukan pelaporan di kantor Dewas di Gedung ACLC KPK, Jakarta, Selasa (18/5).

Para pegawai yang melaporkan dugaan etik itu menilai Firli Bahuri dan pimpinan lainnya melanggar tiga hal. Pertama mengenai kejujuran. Pimpinan KPK, kata Hotman, sebelum TWK digelar menyampaikan tidak ada konsekuensi terhadap kepegawaian terkait TWK. Namun, 75 pegawai yang tak lolos tes kemudian dinonaktifkan atau diminta menyerahkan tugasnya.

Kedua, pegawai juga menuding adanya dugaan pelecehan seksual dalam TWK. Pasalnya, beberapa pegawai perempuan di komisi antirasuah yang menjalani TWK ditanyai pertanyaan pribadi menjurus kepada pelecehan.

Baca juga: Novel Baswedan Apresiasi Sikap Jokowi

Ketiga, para pegawai yang melaporkan pimpinan itu juga menuding ada kesewenang-wenangan terkait hasil TWK. Pasalnya, Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan mengenai uji materi UU KPK menyatakan alih status menjadi ASN agar tak merugikan hak pegawai.

Namun, selang beberapa hari putusan itu, Ketua KPK menetapkan surat keputusan atau SK menonaktifkan 75 pegawai yang tak memenuhi syarat TWK.

"Pada 4 Mei MK telah memutuskan TWK tidak memberikan kerugian kepada pegawai tetapi pada 7 Mei atau tiga hari berselang pimpinan mengeluarkan SK Nomor 652 yang sangat merugikan pegawai," tukasnya.

Sebelumnya, pegawai KPK juga melaporkan salah seorang anggota Dewas Indriyanto Seno Adji. Pegawai menilai Indriyanto tidak netral dan memihak kepada pimpinan KPK terkait polemik TWK itu dan surat keputusan nonaktif 75 pegawai yang tak lolos. Indriyanto sebelummya juga melakukan konferensi pers bersama pimpinan KPK terkait pengumuman hasil TWK itu.(OL-4)

Baca Juga

ANTARA

Jokowi Minta Jangan Tergesa-Gesa Bahas Capres 2024

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 19:54 WIB
Jokowi menyinggung berbagai persoalan bangsa, antara lain, persoalan energi, pangan, dan situasi geopolitik...
MI/Vicky Gustiawan

24 Tahun Demokrasi, Aspek Politik, Sosial dan Hukum Masih Lemah

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 19:17 WIB
Meskipun telah menghasilkan kemajuan di bidang politik dan ekonomi, tetapi masih ada kekurangan yakni krisis politik, hukum, dan...
ANTARA FOTO/Novrian Arbi

DPR Mengkaji Penggunaan Kotak Suara dari Kardus

👤┬áSri Utami 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 17:30 WIB
Wakil Ketua DPR  RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Komisi II DPR untuk mengkajinya karena terkait dengan kerentanan kerusakan kertas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya