Minggu 09 Mei 2021, 10:00 WIB

BKN Ungkap TWK KPK Berbeda dengan untuk CPNS

Basuki Eka Purnama | Politik dan Hukum
BKN Ungkap TWK KPK Berbeda dengan untuk CPNS

MI/Susanto
Logo Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta.

 

BADAN Kepegawaian Negara (BKN) mengungkapkan bahwa Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang digunakan dalam rangka pengalihan kepegawaian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) berbeda dengan yang biasanya digunakan untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Minggu (9/5), Plt Kepala Biro Humas, Hukum, dan Kerja Sama BKN Paryono menjelaskan perbedaan itu karena CPNS adalah entry level sehingga soal-soal TWK yang diberikan berupa pertanyaan terhadap pemahaman akan wawasan kebangsaan.

"Sedangkan TWK bagi pegawai KPK ini dilakukan terhadap mereka yang sudah menduduki jabatan senior (Deputi, Direktur/Kepala Biro, Kepala Bagian, Penyidik Utama, dll) sehingga diperlukan jenis tes yang berbeda, yang dapat mengukur tingkat keyakinan dan keterlibatan mereka dalam proses berbangsa dan bernegara," jelas Paryono.

Baca juga: KPK Cek Surat Penanggalan Jabatan Pegawai Gagal TWK

"Sehubungan dengan hal tersebut dan untuk menjaga independensi, maka dalam melaksanakan asesmen tes wawasan kebangsaan dalam rangka pengalihan pegawai KPK menjadi ASN dimaksud, digunakan metode Assessment Center yang juga dikenal sebagai multi-metode dan multi-asesor," lanjutnya.

Paryono menjelaskan, yang dimaksud multi-metode atau penggunaan lebih dari satu alat ukur. Dalam asesmen ini dilakukan dengan menggunakan beberapa alat ukur yaitu tes tertulis Indeks Moderasi Bernegara dan Integritas (IMB-68), penilaiaan rekam jejak (profiling), dan wawancara.

Yang dimaksud multi-asesor, imbuhnya, adalah dalam asesmen ini asesor yang dilibatkan tidak hanya berasal dari BKN namun melibatkan asesor dari instansi lain yang telah memiliki pengalaman dan yang selama ini bekerja sama dengan BKN dalam mengembangkan alat ukur tes wawasan kebangsaan seperti Dinas Psikologi TNI AD, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), BAIS dan Pusat Intelijen TNI AD.

"Selain itu, dalam setiap tahapan proses asesmen ini juga dilakukan observasi oleh Tim Observer yang anggotanya tidak hanya berasal dari BKN akan tetapi juga dari Instansi lain seperti BAIS, BNPT, Pusat Intelijen TNI AD, Dinas Psikologi TNI AD dan BIN. Hal ini semua dimaksudkan untuk menjaga objektivitas hasil penilaian dan untuk mencegah adanya intervensi dalam penilaian, dan dalam penentuan hasil penilaian akhir dilakukan melalui Assessor Meeting," jelas Paryono.

Oleh karena itu, lanjutnya, metode ini menjamin bahwa tidak ada satu orang asesor pun atau instansi yang terlibat yang bisa menentukan nilai secara mutlak sehingga independensinya tetap terjaga. Dalam pelaksanaan asesmen juga dilakukan perekaman baik secara video maupun audio untuk memastikan bahwa pelaksanaan asesmen dilakukan secara obyektif, transparan dan akuntabel.

Menurut Paryono, dalam melakukan asesmen tes wawasan kebangsaan ini yang diukur mencakup 3 aspek yaitu integritas, netralitas ASN dan antiradikalisme.

"Ketiga aspek yang diukur ini merupakan sebagian dari landasan prinsip profesi ASN atau syarat seperti yang diuraikan dalam Pasal 3, 4 dan 5, UU No 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Pasal 3, PP No 41/2020 tentang Pengalihan Pegawai KPK Menjadi Pegawai ASN," ungkapnya.

Dari 1.357 peserta yang diusulkan mengikuti asesmen, sebanyak 1.357 mengikuti dengan 8 peserta tidak hadir. Hasilnya, sebanyak 1.274 peserta dinyatakan memenuhi syarat dan 75 peserta tidak memenuhi syarat.

"Hasil asesmen telah diserahkan langsung oleh Kepala BKN kepada Sekjen KPK pada 27 April 2021 di Kantor Kementerian PAN dan RB yang antara lain disaksikan Menteri PAN dan RB, Ketua KPK dan Para Wakil Ketua serta Dewas KPK, Ketua KASN, dan para JPT Madya dari KemenpanRB, BKN, LAN dan ANRI," pungkasnya. (RO/OL-1)

 

Baca Juga

ANTARA/Dhemas Reviyanto

Novel Baswedan Tawarkan Bantuan Mencari Harun Masiku ke KPK

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 23 Mei 2022, 09:54 WIB
"Bila tidak mampu, bisa minta bantu kami untuk tangkap HM (Harun Masiku). Saya yakin tidak perlu waktu yang terlalu...
ANTARA/Reno Esnir

Mengintip Kekayaan Ketua KPK Firli Bahuri, Totalnya Rp20,7 M

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 23 Mei 2022, 09:49 WIB
Firli tercatat memiliki delapan tanah dan bangunan senilai Rp10,4 miliar. Empat tanah dan bangunan miliknya ada di Bekasi, sisanya berada...
MI/Dok Humas Polri

Ferrari Indra Kenz Tiba di Bareskrim Polri

👤Siti Yona Hukmana 🕔Senin 23 Mei 2022, 08:09 WIB
Ferrari milik Indra Kenz disita sebagai barang bukti dalam kasus penipuan investasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya