Sabtu 08 Mei 2021, 07:59 WIB

Kelompok Teroris Parengen Serang Polsek Ilaga

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Kelompok Teroris Parengen Serang Polsek Ilaga

ANTARA FOTO/Sevianto Pakiding
Aparat keamanan melakukan patroli di Illaga, Kabupaten Puncak, Papua.

 

KELOMPOK teroris Parengen atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menyerang wilayah Kabupaten Puncak, Papua, Jumat (7/5) malam.Serangan diarahkan ke Markas Polsek Ilaga, Kabupaten Puncak.

"Terdengar dua kali tembakan yang diarahkan ke polsek oleh kelompok teroris KKB Parengen, anak buah teroris pimpinan Lerrymayu," kata Kepala Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi Kombes M. Iqbal Alqudusy dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/5).

Iqbal mengatakan kelompok itu datang dari Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Papua. Peristiwa penembakan itu terjadi pukul 19.01 WIT. Kelompok teroris pimpinan Lerrymayu itu juga membakar rumah salah seorang warga di perkampungan setempat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dari masyarakat sipil maupun dari kepolisian.

Namun, penyerangan itu sempat mengganggu situasi keamanan di Ilaga. Padahal, kata Iqbal, Ilaga telah kondusif pascapenyerangan beberapa waktu lalu.

"Demi keamanan, kini aparat keamanan terus disiagakan guna mewaspadai adanya serangan susulan dari kelompok teroris," ungkap Iqbal.

Pemerintah resmi menamai KKB di Papua sebagai teroris. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD.

"Maka pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris," kata Mahfud, Kamis (29/4).

Pertimbangan itu diambil sejalan dengan pernyataan Ketua MPR Bambang Soesatyo kemudian dikuatkan dengan argumen yang dikeluarkan BIN, TNI dan Polri. Bahwa, pemerintah perlu mengambil tindakan untuk mengimbangi kekuatan bersenjata di wilayah Timur Indonesia.

baca juga: KKB Papua

Tokoh-tokoh di Papua disebut juga mendukung langkah pemerintah. Setiap kekerasan, tindak kekerasan yang memenuhi unsur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tindak Pidana Terorime dinyatakan gerakan teror.

"Dan secara hukum pula kami akan segera memprosesnya sebagai gerakan terorisme yang tercatat di dalam agenda hukum kita," ujar Mahfud. (OL-3)

 

Baca Juga

DOK DPD RI

Kasus Melonjak, Ketua DPD RI Minta Kafe Patuh Aturan PPKM Mikro

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 21 Juni 2021, 12:47 WIB
Senator asal Jawa Timur itu menyadari para pelaku usaha memang membutuhkan kreativitas dan inovasi agar usahanya tetap bertahan di tengah...
ANTARA/Hafidz Mubarak A

Polri Selidiki Paspor Palsu yang Digunakan Adelin Lis

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 21 Juni 2021, 12:25 WIB
Adelin ditangkap otoritas Singapura pada 2018 atas kasus paspor palsu menggunakan nama Hendro...
Dok KPK

KPK Swab Antigen Seluruh Pegawainya

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 21 Juni 2021, 11:20 WIB
  KPK selama lima hari kedepan melakukan pemeriksaan swab antigen bagi seluruh karyawannya dan pihak terkait, mencegah penyebaran...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jangan Gagap Lindungi Nasabah di Era Digital

ERA pandemi covid-19 berdampak pada berpindahnya aktivitas masyarakat di area digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya