Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo dikabarkan akan melantik Menteri Investasi serta
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan-Riset Teknologi
sebagai kementerian baru dalam Kabinet Indonesia Maju, Rabu (28/4).
Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia santer disebut menjabat menteri investasi.
Ketua kelompok relawan Jokowi Mania (Joman), Immanuel Ebenezer berharap, kehadiran Kementerian Investasi diharapkan mampu menarik guyuran modal asing sembari diikuti komitmen pemberantasan korupsi.
"Salah satu kasus korupsi besar adalah kasus Jiwasraya dan Asabri yang diduga melibatkan para elite kekuasaan. Ini yang harus diungkap," tandasnya via pesan singkat, Selasa (27/4).
Ia menegaskan, kegagalan pengungkapan kasus korupsi kakap yang melibatkan elite kekuasan dan politik pasti akan berdampak pada masuknya modal asing.
"Ini soal kepercayaan.
Mana berani investor taruh uang kalau pejabatnya masih korup, " kata aktivis 98 ini.
Noel sapaan akrabnya mengatakan para investor pastinya butuh kepercayaan. Mereka tidak ingin uangnya yang diinvestasikan di Tanah Air raib begitu saja
Apalagi kata Noel, Indonesia punya citra tidak baik dalam kemitraan dengan investor asing. Banyak informasi yang mengungkap soal tertipunya para investor.
"Korupsi akan jadi menakutkan investor asing. Presiden Jokowi dan Menteri Investasi harus menggaransi plus menjamin bahwa mereka bisa berbisnis yang menguntungkan di Indonesia," tandasnya.
Noel tidak ambil soal terkait nama Menteri Investasi karena menjadi hak preogratif Presiden Jokowi. Namun, ia menilai sebaiknya posisi tersebut diisi oleh sosok yang memiliki jaringan dan relasi luas.
Selain itu kata Noel, dia berharap ada sejumlah nama menteri yang tidak layak bertahan untuk diganti.
"Jangan jadi beban. Mundur saja lah lebih baik kalau sudah merasa gagal," pungkasnya.
Sementara, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman menyampaikan hingga saat ini, Presiden Jokowi belum sekalipun mengeluarkan pernyataan terkait perombakan Kabinet Indonesia Maju.
Oleh karena itu, ia meminta publik tetap tenang dan tidak banyak mengeluarkan spekulasi terkait hal tersebut. (OL-8)
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada reshuffle kabinet di istana, hari ini (28/1).
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan istana belum membahas soal adanya isu reshuffle kabinet. melainkan pelantikan dewan energi nasional
KEPALA Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menuturkan apabila reshuffle kabinet Merah Putih merupakan hal wajar. Sebab, saat ini jabatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) kosong
SEKRETARIS Negara Prasetyo Hadi membantah adanya isu perombakan (reshuffle) kabinet. Menurutnya, makna reshuffle yang beredar luas di publik tidak benar.
Isu perombakan kabinet kembali menguat seiring santernya kabar nama Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Budi Djiwandono, yang disebut-sebut berpeluang masuk ke jajaran eksekutif
Pemerintahan Prabowo-Gibran genap berusia satu tahun pada 20 Oktober 2025. Dari sektor ekonomi, beberapa capaian mendapat apresiasi. Namun sejumlah catatan juga dinilai masih berantakan.
OJK mengatakan proses likuidasi PT Asuransi Jiwasraya berjalan sesuai rencana. Hampir seluruh polis telah berhasil direstrukturisasi dan dialihkan ke IFG Life.
Tessa mengatakan, laporan itu masih pada tahap penelaahan. Hingga kini, masalah yang diadukan itu belum naik ke tahap penyelidikan, maupun penyidikan.
Temuan BPKP mengungkap terdapat kerugian sebesar Rp 204,3 miliar dan hasil investigasi terdapat fraud Rp 257 miliar.
KPK diharap tidak mengabaikan aduan tersebut. Penindakan dinilai bentuk dari pembersihan perilaku rasuah di Indonesia.
Pujiyono menerangkan bahwa Indonesia sudah memiliki undang-undang yang mengatur soal denda damai.
Perusahaan pelat merah itu mengalami persoalan gagal bayar klaim nasabah dan terjerat kasus dugaan korupsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved