Sabtu 17 April 2021, 21:40 WIB

Kota yang Baik adalah yang Membahagiakan Warganya

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Kota yang Baik adalah yang Membahagiakan Warganya

MI/Pius Erlangga
Sarana jalan di ibu kota baru

 

PERENCANAAN wilayah tidak hanya sekadar merancang bangunan atau membangun gedung. Lebih jauh dari itu, perencanaan kota memiliki peran vital dalam membangun kehidupan bangsa, menciptakan masyarakat yang sehat dan bahagia dari segi sosial, budaya dan ekonomi.

Demikian ditekankan Presiden Joko Widodo dalam acara HUT Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAPI) ke-50, Sabtu (17/4).

Perencanaan harus mempertimbangkan berbagai aspek seperti kearifan lokal, sejarah, hingga struktur ekonomi masyarakat. Jangan sampai perencanaan justru membuat masyarakat terasing di kampungnya sendiri. 

"Jangan sampai perencanaan memicu kemacetan lalu lintas, membuat biaya hidup semakin mahal dan semakin tidak sehat. Jangan sampai perencanaan silau dengan perkembangan teknologi yang tidak diintegrasikan dengan kebutuhan masyarakat," ujar Jokowi.

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul istilah kota pintar atau smart city yang populer di seluruh dunia.

Baca juga : Presiden: Ibu Kota Baru Usung Smart City dan Inklusivitas

Sayangnya, sebagian orang hanya menganggap smart city sebagai sebuah kawasan yang ditanamkan infrastruktur digital sehingga semua hal serba otomatis, mulai dari transportasi, perkantoran hingga permukiman.

Padahal, Jokowi melihat smart city memiliki makna yang lebih besar dari itu.

"Kota pintar adalah kota yang memberikan kenyamanan sempurna untuk warganya, yang kemudian dibantu oleh perangkat digital untuk meningkatkan kenyamanan warganya. Jadi kota itu smart secara kultural, smart secara sosial dan smart secara ekonomi," paparnya.

Jokowi pun berharap IAPI dapat memberi kontribusi yang lebih besar lagi bagi perencanaan dan pembangunan kota-kota di Tanah Air.

"Di tengah dunia yang berubah begitu cepat, urbanisasi yang begitu meningkat dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, bisa dipastikan tantangan yang dihadapi dalam membuat perencanaan akan semakin kompleks. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diikuti dan pada saat yang sama kondisi sosial, kondisi budaya, kondisi ekonomi masyarakat juga harus diperhitungkan agar bisa menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik," tandasnya. (/OL-7)

Baca Juga

MI/Susanto

Tunjangan Dihentikaan saat Tugas Belajar, Dua Dosen Gugat UU

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 08 Desember 2022, 13:45 WIB
Dua dosen menguji ketentuan Pasal 51 ayat (1) UU No 14/2005 tentang Guru dan Dosen karena dianggap multitafsir dan dapat ditafisirkan...
Antara

Ruang Privat Tetap Dijamin Dalam KUHP

👤Sri Utami 🕔Kamis 08 Desember 2022, 13:20 WIB
Juru Bicara Tim Sosialisasi KUHP Nasional Albert Aries memastikan Pasal 284 tidak mengganggu ruang...
Antara

Sambut Hari HAM se-Dunia,  Indeks HAM Indonesia Jadi Tolok Ukur

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 08 Desember 2022, 12:45 WIB
Adanya pembangunan indeks HAM tersebut sebagai dasar analisis berbasis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya