Sabtu 17 April 2021, 14:00 WIB

Pemindahan Ibu Kota Solusi Jangka Panjang Beragam Persoalan

Andhika prasetyo | Politik dan Hukum
Pemindahan Ibu Kota Solusi Jangka Panjang Beragam Persoalan

MI/Susanto
Mantan Kepala Bappenas Andrinof Chaniago

 

MANTAN Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengungkapkan pemindahan ibu kota negara merupakan solusi dari persoalan jangka panjang yang dihadapi bangsa Indonesia.

Ada banyak argumentasi kuat yang bisa dijadikan sebagai pedoman pemindahan ibu kota. Pertama terkait kepadatan penduduk di Jawa.

Berdasarkan data Bappenas, saat ini, jumlah penduduk di Jawa mencapai 60% dari total populasi di Indonesia. Padahal, luas pulau tersebut hanya 6% dari total luas wilayah Tanah Air.

Andrinof memperkirakan, pada 2060, jumlah populasi di Jawa akan meningkat sampai dua kali lipat yang akhirnya akan membuat kondisi kehidupan semakin tidak sehat.

"Masalah kependudukan ini menimbulkan konsekuensi. Pembangunan yang terpusat di Jawa membuat lahan pertanian tergerus. Sekitar 40 ribu hektare sawah hilang setiap tahun. Ketahanan pangan kita akan terganggu," ujar Andrinof.

Ia mengatakan pemerintah bisa saja membuka lahan pertanian baru di luar Jawa. Namun, itu akan membutuhkan biaya besar. Terlebih lagi, tidak ada kondisi tanah yang memiliki tingkat kesuburan sebaik Jawa.

"Tingkat kesuburan di Jawa itu yang terbaik di Indonesia, zampai 3,5 kali lipat dari daerah lain. Ini yang perlu dipertimbangkan," ucapnya.

Membludaknya populasi juga akan membawa persoalan pada ketersediaan air. Saat ini, pada musim kemarau, persediaan air di Jawa hanya 20%.

"Sementara di luar Jawa, di Kalimantan, melimpah. Kita memang bisa lakukan teknik penyulingan, tapi itu juga akan butuh biaya besar," sambung pria yang menjadi penggagas awal pemindahan ibu kota ke Kalimantan itu.

Menurutnya, persoalan kependudukan di Tanah Jawa sudah menjadi masalah akut yang harus ditangani dengan solusi yang luar biasa.

Memindahkan penduduk dengan program transmigrasi pun sudah tidak bisa lagi menjadi solusi.

"Karena ibu kota ada di Jawa, daya tariknya jadi luar biasa. Itu yang membuat kebijakan transmigrasi gagal. Banyak peserta yang tidak betah dan kembali ke Jawa. Jadi kuncinya adalah memang harus memecah magnet. Kita bangun ibu kota di tengah-tengah," jelas dia.

Pemindahan ibu kota juga sangat erat kaitannya dengan upaya pemerataan.

Selama ini, ketimpangan antara Jawa dan pulau-pulau lain di Indonesia sangat terasa. Tidak hanya dari segi ekonomi tetapi juga pendidikan.

Bagi masyarakat di luar Jawa yang ingin memperoleh pendidikan lebih baik, sambung Andrinof, mereka pasti akan mencari perguruan tinggi di Jawa.

"Sebagian besar lulusa SMA terbaik dari luar Jawa pasti melanjutkan perguruan tinggi di Jawa. Akhirnya tinggal menyisakan grade kedua dan ketiga yang mengisi perguruan tinggi di sana. Itulah mengapa akreditasi perguruan tinggi di luar Jawa rata-rata B," jelasnya.

Berkaca dari dua kajian itu saja, menurutnya, pemindahan ibu kota ke Kalimantan adalah solusi konkret bagi persoalan ketimpangan sekaligus penyelamatan Jawa dari kehancuran akibat overpopulasi.

"Yang penting, kita jalankan kebijakan publik ini dengan benar," tandasnya. (OL-13)

Baca Juga

ANTARA

Ditanya soal Kinerja Gibran Selama Pimpin Surakarta, Jokowi Enggan Komentar

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 16:44 WIB
Terkait dengan segala hal mengenai Kota Surakarta, Jokowi meminta agar langsung ditanyakan kepada Wali Kota Surakarta Gibran...
Dok MI

Waspadai Jaringan Terorisme, Masyarakat Diminta Bijak Salurkan Sumbangan

👤Siti Yona Hukmana 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:40 WIB
Pasalnya, sumbangan untuk organisasi tak dikenal kerap disalahgunakan untuk jaringan...
ANTARA

Pemilu 2024, KPU Sebut Jumlah Pemilih Mencapai 190 Juta Jiwa

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 15:31 WIB
Ketua KPU RI Hasyim Asyari mengemuakan pihaknya telah melaksanakan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di 34...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya