Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI peledakan bom di Katedral Makassar dan serangan ke Mabes Polri menunjukkan bahwa ajaran dan sikap radikalisme dan intoleransi masih ada di Tanah Air. Itu sebabnya masyarakat, khususnya umat Muslim untuk tidak terjebak mengikuti ajaran tersebut.
Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko saat memberikan ucapan selamat Ramadan kepada umat Muslim. “Kita juga harus meningkatkan kewaspadaan kita pada segala bentuk radikalisme,” ujar Moeldoko, Selasa (13/4).
Baca juga: Tangkal Radikalisme dengan Kurikulum di Sekolah
Moeldoko juga mengajak masyarakat untuk mempelajari ilmu agama yang benar. “Mari kita bentengi keluarga kita dengan ilmu agama yang benar.”
Dikatakan Moeldoko, hal ini dilakukan agar masyarakat dapat terhindar dari ajaran radikalisme yang menyesatkan. “Jangan sampai anak-anak kita malah justru jatuh ke pada ajaran-ajaran yang menyesatkan.”
Selain itu, Moeldoko juga memperingatkan soal menjalankan puasa di tengah pandemi covid-19. Ia menegaskan agar masyarakat tidak lengah dan tetap waspada meski pemerintah tengah mempercepat proses vaksinasi.
“Program vaksin kepada seluruh masyarakat terus dikejar capaiannya oleh pemerintah, namun jangan pernah gegabah dan lengah meski kita sudah divaksin,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk meningkatkan ibadah dalam segala bentuknya di bulan suci ini. “Mari kita mempertebal iman kita, dengan meningkatkan segala bentuk di bulan Ramadan ini. Semoga kita dapat pahala dari ibadah yang kita lakukan,” katanya. (Ant/A-1)
Keterlibatan aktif orang tua dalam komunitas pengawasan dinilai menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai penyebaran paham ekstrem.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri berikutnya adalah anak cenderung menarik diri dari pergaulan karena komunitas TCC membuat mereka nyaman sehingga anak-anak lebih suka menyendiri.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gimĀ online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
Radikalisme dan intoleransi tidak bisa dilawan hanya dengan regulasi, tetapi dengan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman etis bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved