Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menekankan bahwa program deradikalisasi bukan hanya ditujukan kepada narapidana teroris (napiter), namun juga mantan napiter. Kebijakan ini sudah diamanatkan dalam undang-undang.
Menurutnya, keberhasilan program deradikalisasi adalah berubahnya pemahaman radikal yang terpatri pada diri teroris. Sejauh ini, dia menilai program deradikalisasi sudah berjalan baik.
"Bahkan, sekarang kita manfaatkan napiter senior, yang sudah berubah dalam lapas (lembaga permasyarakatan), membina narapidana yang baru divonis. Begitu juga mantan teroris di luar lapas, agar masyarakat jangan terpapar," ujar Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris saat dihubungi, Sabtu (3/4).
Baca juga: Masyarakat Harus Peka Lingkungan untuk Cegah Terorisme
Menurutnya, program deradikalisasi di dalam lapas melalui lima tahap. Rinciannya, identifikasi dan penilaian, rehabilitasi, reedukasi, serta reintegrasi sosial. Tahapan ini telah digariskan dalam Pasal 43D Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018.
Sementara bagi mantan napiter, pelaksanaan deradikalisasi melalui pembinaan wawasan kebangsaan, pembinaan wawasan keaagamaan dan kewirausahaan. Irfan menyebut masyarakat memiliki andil besar terhadap mantan napiter. Sebab, napiter juga bagian dari masyarakat.
"Ada tiga kata kunci, yakni membina, mendampingi dan memberdayakan. Dibina pemahamannya, didampingi keberadannya dan diberdayakan potensinya," pungkas Irfan.(OL-11)
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono mengunjungi dan berdialog dengan masyarakat di 4 titik Desa Siap Siaga Kecamatan Jamblang.
Penyuluh deradikalisasi Gunawan bercerita bagaimana mendekati para eks narapidana terorisme (napiter) dengan pendekatan yang lembut, manusiawi, dan membutuhkan waktu yang panjang.
KELOMPOK Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bidang Kerjasama Internasional Darmansjah Djumala menegaskan pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) pantas diapresiasi.
JUMARDI, yang akrab disapa Ardi, dikenal di kampungnya sebagai juragan ikan. Perjalanan hidup Ardi, yang pernah mengarungi masa kelam dalam aksi terorisme,
Pemerintah perlu menyiapkan program pencegahan yang lebih tepat dalam memecahkan akar masalah intoleransi hingga terorisme di tanah air.
Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai metamorfosis gerakan dan paham radikalisme.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved