Kamis 04 Maret 2021, 21:45 WIB

Kejagung Jerat Bentjok dan Heru Perkara TPPU di Kasus Asabri  

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Kejagung Jerat Bentjok dan Heru Perkara TPPU di Kasus Asabri  

Antara/M.Risyal Hidayat
Tersangka perkara TPPU id kasus Asabri, Benny Tkjrosaputro

 

PENYIDIK Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung resmi menerapkan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap dua tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) kepada tersangka Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat. 

"Hari ini putus, Benny Tjokro dan Heru Hidayat TPPU," ungkap Direktur Penyidikan pada JAM-Pidsus Kejagung, Febrie Ardiansyah kepada Media Indonesia di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Kamis (4/3).

Febrie menjelaskan penerapan TPPU terhadap Komisaris PT Hanson International dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera tersebut dilakukan setelah pihaknya menemukan dua alat bukti. Adapun alat bukti yang dimaksud terkait dengan penempatan uang yang dilakukan kedua tersangka dengan menggunakan nominee.

"Karena uangnya kan dia (Benny dan Heru) pakai muter ke nominee, masuk ke satu rekening ke rekening lain. Terbukti lah tadi di ekspose, alat bukti ada," terang Febrie.

Baca juga : Kejagung Sita Lukisan Berlapis Emas dari Tersangka Asabri

Diketahui, keduanya juga merupakan terdakwa dalam megakorupsi Jiwasraya yang merugikan keuangan negara Rp16 triliun lebih. Dalam perkara Asabri, Benny dan Heru menjadi tersangka ketiga yang dikenai TPPU oleh penyidik. Sebelumnya, penyematan TPPU dilakukan ke Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Di kasus Asabri, Kejagung telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka. Selain Benny, Heru, dan Jimmy, tersangka lainnya adalah dua mantan Direktur Utama ASABRI, yakni Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya.

Sementara empat lainnya adalah Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, mantan Direktur Keuangan ASABRI Bachtiar Effendi, mantan Direktur Asabri Hari Setiono, dan mantan Kepala Divisi Investasi Asabri, Ilham W Siregar.

Berdasarkan hasil audit sementara yang dikerjakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kerugian keuangan negara dalam kasus tersebut mencapai Rp23 triliun lebih. (OL-7)

Baca Juga

marineinsight.com

Bea Cukai Gresik Gagalkan Penyelundupan Kapal Roro asal Jepang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 21:00 WIB
Bea cukai Gresik menggagalkan penyelundupan kapal Roll-on/Roll-off (Roro) yang dilakukan salah satu perusahaan penyeberangan di...
MI/ Rahmatul Fajri

Polri Luncurkan Aplikasi untuk Permudah Bikin SIM

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 13 April 2021, 20:43 WIB
Masyarakat yang hendak menggunakan layanan ini cukup dengan mengunduh aplikasi SINAR di Playstore Andorid maupun...
Antara

Luhut Dorong KPK Perkuat Pengawasan Megaproyek Nasional

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 13 April 2021, 20:26 WIB
"KPK ini super sakti. Kalau KPK bisa memainkan peran dengan pas, pencegahan banyak, akan menurunkan korupsi," tandas...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya