Sabtu 06 Februari 2021, 11:29 WIB

ICW Desak Jaksa Tolak Permohonan Justice Collaborator Joko Tjandra

Cindy Ang | Politik dan Hukum
ICW Desak Jaksa Tolak Permohonan Justice Collaborator Joko Tjandra

ANTARA/Sigid Kurniawan
Terpidana kasus cessie Bank Bali Joko Tjandra menjalani sidang lanjutan.

 

TERDAKWA kasus penghapusan red notice, Joko Soegiarto Tjandra, mengajukan diri menjadi justice collaborator (JC) untuk meringankan hukumannya. Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak jaksa agar menolak permohonan JC tersebut.

"ICW mendesak agar jaksa penuntut umum menolak permohonan justice collaborator yang saat ini sedang diajukan Joko Soegiarto Tjandra," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana lewat keterangan tertulis, Sabtu (6/2).

ICW menegaskan penerimaan JC harus sesuai dengan sejumlah regulasi, yakni United Nation Convention Against Corruption, United Nation Convention Against Transnational Organized Crime, Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban. Kemudian, SEMA 4/2011, dan Peraturan Bersama KPK, Kepolisian, Kejaksaan, LPSK, Kemenkum dan HAM.

Baca juga: Kejagung Persilakan Dua Tersangka Korupsi Asabri Ajukan JC

Regulasi menyebutkan sejumlah syarat pengajuan JC. Antara lain mengakui kejahatannya, bukan menjadi pelaku utama, memberikan keterangan yang signifikan, mengembalikan aset, memberikan keterangan di persidangan, dan bersikap kooperatif.

"Keseluruhan syarat ini mesti dipandang sebagai syarat kumulatif, jadi satu saja tidak dipenuhi selayaknya permohonan tersebut ditolak," jelas Kurnia.

ICW beranggapan Joko Tjandra tidak terbuka dalam memberikan keterangan di pengadilan dalam perkara dugaan suap permohonan fatwa Mahkamah Agung.

ICW menyebut Joko Tjandra tidak menjelaskan secara merinci apa yang membuat dirinya percaya dengan Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Selain itu, Joko Tjandra juga tak menjawab apakah ada oknum lain yang meyakinkan dirinya sehingga mau bekerja sama dengan Pinangki.

"Sebab, logika awam, seorang buronan kelas kakap seperti Joko S Tjandra tidak mungkin begitu saja percaya kepada Pinangki, terlebih jaksa tersebut tidak memiliki jabatan penting di Korps Adhyaksa," ujar Kurnia.

Kurnia menambahkan Joko Tjandra juga tidak bersikap kooperatif saat perkara terbongkar. Dia justru melarikan diri ke Malaysia sampai Kepolisian Diraja Malaysia bersama Bareskrim Polri menangkap dirinya.

"Ihwal syarat bukan pelaku utama mesti disorot, pertanyaan sederhananya, jika ia mengajukan diri sebagai JC, tentu ia menganggap dirinya bukan pelaku utama. Lalu siapa pelaku utamanya?" tutup Kurnia. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Diperiksa Polisi, Perwakilan Umat Budha Bawa Bukti Tambahan

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Selasa 28 Juni 2022, 14:04 WIB
Herna Sutana didampingi kuasa hukumnya, Kurniawan Santoso menyambangi Polda Metro Jaya guna tindak lanjut kasus dugaan penistaan agama...
Antara

Hakim PN Jaksel Perintahkan Jaksa Jemput Paksa Alvin Lim

👤Ant 🕔Selasa 28 Juni 2022, 13:49 WIB
Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jaksel Denny Wicaksono mengatakan Alvin kembali menghasiri sidang karena alasan...
ANTARA/Dhemas Reviyanto

Jaksa Agung Sebut Penyalahguna Narkoba Lebih Tepat Direhabilitasi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 28 Juni 2022, 13:15 WIB
Burhanuddin menjelaskan tujuan dari penerapan keadilan restoratif dalam perkara narkotika adalah untuk memulihkan keadaan korban...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya