Kamis 28 Januari 2021, 09:35 WIB

Jaksa Bantah Jadikan Hiendra Kambing Hitam

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
Jaksa Bantah Jadikan Hiendra Kambing Hitam

ANTARA/M Risyal Hidayat
Tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (kanan)

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyiapkan jawaban dari eksepsi terdakwa penyuap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Hiendra Soenjoto. Lembaga Antikorupsi itu akan menyampaikan keberatan atas keluhan Hiendra pada persidangan selanjutnya.

"Tentunya kami, tim jaksa penuntut umum (JPU), akan memberikan tanggapan atas eksepsi tersebut dengan menjawab poin-poin eksepsi berdasarkan acuan Pasal 156 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)," kata JPU pada KPK Takdir Suhan, Kamis (28/1).

Takdir membantah menjadikan Hiendra sebagai kambing hitam dalam dakwaan. Dakwaan itu diklaim disusun berdasarkan pemeriksaan para saksi selama proses penyidikan perkara Hiendra di KPK.

Baca juga: KPK Dalami Arahan Juliari ke Eks ADC Mensos

Takdir tidak bisa berbicara banyak terkait poin-poin keberatan jaksa dari eksepsi Hiendra. Pasalnya, kata dia, jawaban jaksa sedang disusun.

"Uraian lengkapnya akan kami sampaikan pada persidangan selanjutnya," ujar Takdir.

Sebelumnya, dalam persidangan, Hiendra Soenjoto membantah tuduhan jaksa. Hiendra mengaku tidak menyuap Nurhadi.

"Kami simpulkan, terdakwa Hiendra Soenjoto hanya dijadikan kambing hitam dengan didudukkan sebagai pihak yang melakukan penyuapan terhadap penyelenggara negara untuk pengusutan perkara peninjauan kembali (PK)," kata kuasa hukum Hiendra, Andrea Reynaldo, saat membacakan eksepsi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Rabu (27/1).

Andrea membantah kliennya menyuap Nurhadi Rp45,7 miliar melalui menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono. Hiendra mengaku tidak pernah memberikan uang untuk Nurhadi dalam pengusutan perkara.

Andrea menunjukkan amar putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terhadap PK PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) pada 18 Juni 2015.

Dalam putusan bernomor 116/PK/Pdt/2015, hakim menolak permintaan PT MIT mengajukan PK yang dituduhkan jaksa sebagai awal mula suap Hiendra kepada Nurhadi. (OL-1)

Baca Juga

MI/PIUS ERLANGGA

Indo Barometer: Jokowi Demokratis Cabut Perpres Miras

👤Antara 🕔Selasa 02 Maret 2021, 21:41 WIB
Perpres 10/2021 bukan perpres pertama yang pernah dicabut...
Ist

Aburizal Bakrie Dukung Mubes Kosgoro 1957 di Cirebon

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 21:35 WIB
Selain Azis Syamsuddin, Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono juga siap untul maju sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 di Mubes...
Dok.MI

Marzuki: Kalau KLB Kuorum, Saya Akan Maju Calon Ketum

👤Putra Ananda 🕔Selasa 02 Maret 2021, 21:32 WIB
Marzuki Alie menyatakan siap jika diminta untuk mencalonkan diri menjadi Ketua Umum Demokrat melalui jalur Konfrensi Luar Biasa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya