Kamis 14 Januari 2021, 21:53 WIB

Pemerintah sudah Terbuka tentang Proses Vaksinasi

Pemerintah sudah Terbuka tentang Proses Vaksinasi

ANTARA/ARDIANSYAH
Ilustrasi proses vaksinasi.

 

DIREKTUR Eksekutif Lembaga Kajian dan Konsultasi Pembangunan Kesehatan (LK2PK) dr Ardiansyah Bahar menilai pemerintah sudah terbuka dalam proses vaksinasi, termasuk dalam vaksinasi yang dilakukan terhadap Presiden Joko Widodo dan para pejabat negara.

“Kita bisa melihat bersama proses penyuntikan yang ada, mulai dari vaksin masih dalam kemasan hingga disuntikkan ke Presiden. Tentu sangat kecil kemungkinan bila vaksin yang digunakan tersebut bukan Sinovac yang akan disuntikkan juga ke masyarakat,” kata Ardiansyah di Jakarta, Kamis (14/1).

Menurut dia, pemerintah tidak akan mungkin membohongi rakyat dalam vaksinasi covid-19, dan vaksin yang disuntikkan ke para pejabat negara dan masyarakat tidak akan berbeda.

Dalam proses vaksinasi kepada Presiden Jokowi dan para pejabat negara, kata dia, berlangsung sangat terbuka sehingga masyarakat bisa melihat secara jelas karena disiarkan secara langsung melalui televisi. Selain itu, proses vaksinasi perdana juga diikuti berbagai unsur masyarakat.

“Hal yang perlu kita pastikan adalah vaksin yang akan disuntikkan ke masyarakat benar aman, efektif, dan halal. Terkait ini telah dijawab oleh BPOM dan MUI,” tuturnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) sudah memastikan vaksin covid-19 Sinovac telah diuji coba tahap ketiga dan telah memenuhi standar keamanan yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sehingga vaksin Sinovac secara keseluruhan aman.

Baca juga: Baru 150 Ribu Tenaga Kesehatan yang Mendaftar Vaksinasi

Berdasarkan evaluasi khasiat, vaksin Sinovac sudah mampu membentuk antibodi di dalam tubuh dan mampu membunuh serta menetralkan virus korona baru di dalam tubuh.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun sudah mengeluarkan fatwa kehalalan vaksin Sinovac dengan mempertimbangkan proses hasil audit LPPOM MUI.

Ardiansyah mengatakan untuk menilai keaslian vaksin bisa dengan melihat wadah, segel, label, hingga bentuk fisik vaksin.

Sekretaris Umum Pengurus Pusat Per Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) itu mengatakan banyaknya perdebatan di masyarakat terkait hal itu karena memang masyarakat belum familiar dengan vaksin Sinovac.

Dengan kondisi tersebut, kata dia, masyarakat hendaknya mencari informasi terkait vaksin dari sumber yang jelas. “Baik itu dari tenaga kesehatan ataupun institusi yang berwenang,” tegas Ardiansyah. (R-3)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Hiendra Soenjoto Didakwa Menyuap Nurhadi Rp45 Miliar Lebih

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 22 Januari 2021, 13:21 WIB
Dalam surat dakwaannya, jaksa penuntut umum (JPU) KPK menyebut bahwa Hiendra telah memberikan uang Rp45.726.955.000 ke mantan Sekretaris...
Antara/HO

Pengamat : Pemolisian Masyarakat Segagasan dengan Ronda Keliling

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Januari 2021, 12:58 WIB
Mujtaba Hamdi mengatakan pemolisian masyarakat atau ‘community policing’ memiliki gagasan yang sama dengan ronda keliling,...
Antara/Rivan Awal

Biden Jadi Presiden AS, Ini Harapan Puan

👤Sri Utami 🕔Jumat 22 Januari 2021, 05:30 WIB
Ketua DPR RI berharap Joe Biden membawa dampak positif bagi penanganan pandemi covid-19 dan menjaga stabilitas perdamaian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya