Rabu 13 Januari 2021, 12:57 WIB

KPK Imbau Istri Nurhadi Kooperatif

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Imbau Istri Nurhadi Kooperatif

ANTARA/M Risyal Hidayat
Istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida (kanan).

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau agar istri eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Tin Zuraida, kooperatif terkait pemanggilan penyidik komisi antirasuah.

Sebelumnya, Tin dipanggil sebagai saksi untuk kasus perintangan penyidikan perkara yang menjerat Nurhadi dengan tersangka Ferdy Yuman.

"Tin Zuraida (tidak memenuhi panggilan) tanpa keterangan dan akan dilakukan pemanggilan kembali. KPK tetap mengimbau agar kooperatif memenuhi kewajiban hukum tersebut," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (13/1).

Baca juga: Tersangka Jiwasraya, Fakhri Hilmi Dilimpahkan ke Penuntut Umum

KPK juga memanggil dua saksi lain yakni karyawan swasta bernama Oktaria Iswara Zen dan Edna Dibayanti. Namun, keduanya juga mangkir.

Ferdy merupakan sopir menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono. KPK menetapkan Ferdy sebagai tersangka dugaan perintangan penyidikan kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Nurhadi.

Dalam kasus itu, Ferdy diduga berperan menyewa rumah persembunyian Nurhadi dan Rezky di Jalan Simprug Golf 17 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebelumnya, ia ditangkap KPK di Malang, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Ferdy ditahan akibat upaya menghalangi penyidikan dan diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pelarian Nurhadi dan Rezky bermula ketika KPK menerbitkan DPO pada Februari 2020 lalu. KPK menduga Ferdy diminta Rezky membuat perjanjian sewa rumah di Simprug senilai Rp490 juta yang dijadikan sebagai lokasi persembunyian.

Saat KPK menangkap Nurhadi dan Rezky di rumah Simprug itu pada Juni 2020, Ferdy berada di lokasi tapi berhasil kabur dengan menggunakan mobil bernomor plat palsu.

Adapun perkara Nurhadi dan Rezky saat ini tengah berproses di persidangan. Keduanya didakwa menerima suap dan gratifikasi Rp83 miliar terkait pengurusan perkara di pengadilan tingkat pertama, banding, kasasi, ataupun peninjauan kembali.

Rincian dakwaannya, suap yang diterima senilai Rp45 miliar dan gratifikasi sebanyak Rp37 miliar. (OL-1)

Baca Juga

Dok. Bakamla RI

Bakamla Halau Kapal Pengawas Perikanan Vietnam

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 17 Januari 2021, 13:54 WIB
Kapal asal Vietnam bernama Kiem Ngu 215 diketahui berada di perairan Indonesia sejak Kamis (15/1) lalu karena mengalami kerusakan...
MI/Susanto

Lembaga Pemilu Berusaha Tunjukan Kuasa

👤Emir Chairullah 🕔Minggu 17 Januari 2021, 13:01 WIB
Ia mencontohkan kasus pemberhentian Ketua KPU Arief Budiman oleh DKPP yang dianggap melanggar kode etik karena menemani Anggota KPU Evi...
MI/M Irfan

DPR Harus Uji Listyo Secara Rinci

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 17 Januari 2021, 11:24 WIB
DPR yang bertugas menyampaikan aspirasi masyarakat perlu mendalami rencana kerja Listyo secara mendalam. Termasuk pula gagasan Listyo dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya