Selasa 29 Desember 2020, 01:30 WIB

12 Tempat Latih Teroris Teridentifikasi

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
12 Tempat Latih Teroris Teridentifikasi

MI/ANDRI WIDIYANTO
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono (tengah) memberikan keterangan pers mengenai anggaran jaringan teroris Jamaah Islamiyah.

 

DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri membongkar lokasi pelatihan teroris muda Jamaah Islamiyah (JI) di Jawa Tengah. Kelompok itu mendirikan belasan lokasi pelatihan.

“Saya tidak bisa menyebutkan lokasinya di mana, tetapi ada 12 lokasi di Jawa Tengah. Kemarin salah satunya ada di Ungaran, sudah kita tengok ke sana,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin.

Argo menyebut pelatihan dilakukan di sebuah vila. Peserta diajarkan sejumlah hal, seperti bela diri hingga merakit bom.

Argo mengatakan keterampilan itu dilatih teroris Joko Priyono alias Karso sebelum Joko tertangkap pada 2019. Dia berstatus narapidana dengan masa hukuman 3 tahun 8 bulan penjara. Joko ditunjuk sebagai pelatih oleh amir atau pemimpin JI, Para Wijayanto.

Argo menuturkan rekrutmen murid dan pelatih tidak asal-asalan. Mereka akan mengambil 10 besar orang yang memenuhi kriteria, seperti mental kuat, postur tubuh bagus, dan kecocokan ideologi.

Menurut Argo, sudah ada tujuh angkatan dengan total 96 anggota muda yang dilatih di sejumlah pusat pelatihan di beberapa wilayah di Jawa Tengah.

Anak muda yang dapat direkrut dan dilatih kemudian dikirim ke Suriah mulai periode 2013 sampai 2018 dengan dana yang sudah disiapkan. Sebanyak 66 orang telah diberangkatkan ke Suriah.

“Kemudian, anggota yang berangkat ke Suriah itu ada yang tewas dan dimakamkan di sana,” pungkas Argo.

JI membutuhkan sekitar Rp300 juta untuk keberangkatan 10-12 orang ke Suriah. Salah satu pendanaan yang didapat jaringan JI berasal dari infak, di antaranya dengan menyebar kotak amal ke masyarakat umum.

Hal itu diungkapkan narapidana teroris Joko Priyono alias Karso saat dimintai keterangannya oleh penyidik.

“Yang kedua pendanaan ada dari anggotanya. Anggotanya yang aktif sekitar 6.000 orang,” tutur Argo.


Kotak amal

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri membongkar sasana atau pusat latihan jaringan teroris JI di sejumlah lokasi di Jawa Tengah. Salah satu lokasi yang dibongkar terletak di Desa Gintungan, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah.

Polri juga sempat mengungkap ada 20.068 kotak amal milik yayasan yang diduga diperuntukkan mendanai kegiatan terorisme JI.

Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris mengatakan penyalahgunaan kotak amal dari kedermawanan warga negara Indonesia merupakan contoh bagaimana terorisme menghalalkan segala cara untuk menghimpun dana. Mereka bahkan memanfaatkan istilah-istilah yang dianggap suci.

Ia pun mengimbau agar tidak mudah terbujuk rayu oleh kotak amal dengan simbol-simbol agama. “Kalau mau menyumbang, langsung saja ke keluarga dan fakir miskin, langsung tepat sasaran,” ucap Irfan dalam diskusi daring, kemarin. (Ant/Medcom.id/P-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Pameran Arsip Kepresidenan dari Masa ke Masa Resmi Dibuka

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 13:32 WIB
Pameran yang mengangkat tema “Indonesia Menjawab” dibuka oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno di halaman parkir Gedung...
Ist/DPR

Rachmat Gobel Dorong Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Perbatasan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 13:26 WIB
Kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai episentrum pengembangan kawasan perbatasan negara dan juga pusat pertumbuhan ekonomi baru...
Ist

PB HMI Daftarkan Diri Sebagai Lembaga Pemantau Pemilu dari Bawaslu

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 13:13 WIB
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) resmi mendaftar sebagai lembaga pemantau Pemilu di Badan Pengawas Pemilihan Umum...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya