Rabu 23 Desember 2020, 19:02 WIB

PKS: Haram Normalisasi Hubungan dengan Israel

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
PKS: Haram Normalisasi Hubungan dengan Israel

ANTARA/M Agung Rajasa
Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan pidato politik saat Musyawarah Nasional V PKS di Kota Baru Parahyangan, Minggu (29/11).

 

FRAKSI PKS DPR menilai normalisasi hubungan dengan Israel hukumnya haram. Indonesia tidak boleh tergiur dengan iming-iming ekonomi yang ditawarkan penjajah negara Palestina tersebut.

"Saya berharap pemerintah tidak tergiur bantuan ekonomi. Harga diri bangsa dan cita-cita pendiri bangsa terlalu murah dijual atas nama kepentingan ekonomi," kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Sukamta dalam keterangan resmi, Rabu (23/12).

Menurut dia, sikap PKS ini menanggapi upaya sejumlah pihak di luar negeri seperti Duta Besar Israel untuk Singapura Sagi Karni dan Chief Executive Officer United State International Development Finance Corporation Adam Boehler yang menyuarakan Indonesia akan mendapatkan bantuan jika melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Menurut dia, pemerintah indonesia harus terus berkomitmen dengan garis politik luar negeri yang menolak segala bentuk penjajahan. Upaya melakukan normalisasi hubungan dengan negara penjajah jelas bertentangan dengan amanat pembukaan UUD NRI 1945. "Komitmen Presiden Jokowi yang berulang kali disampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina harus kita dukung dan kawal terus," ujarnya.

Menurut dia, bentuk kerja sama apapun dengan Israel yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia akan mencederai cita-cita para pendiri bangsa dan umat Islam. Normalisasi yang telah terjadi antara Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Maroko tidak hanya bermotif ekonomi tetapi juga ada agenda politik yang saling bertautan.

Kepentingan Amerika Serikat untuk memperkuat posisi di Timur Tengah dan Laut Mediterania karena mulai terusik oleh kekuatan Rusia, Turki, dan Tiongkok. UEA, Bahrain, dan Maroko punya kepentingan untuk memperkuat posisi secara regional.

"Situasi ini bisa jadi akan melemahkan upaya menghidupkan peta jalan damai Palestina-Israel dan kemerdekaan Palestina. Hal ini mengingat dalam soal Palestina, Amerika sering menentang keputusan PBB dan lebih memihak kepada Israel," paparnya.

Ia juga mengkritisi pemerintah yang akhir-akhir ini yang semakin erat dengan rezim Presiden Amerika Serikat Donald Trump. "Semestinya pemerintah Indonesia menunggu presiden baru, policy maker baru, bukan malah seperti kejar tayang. Langkah-langkah pemerintah tidak etis secara diplomatik dan terkesan ada target terselubung yang dikejar untuk diselesaikan," pungkasnya. (OL-14)

Baca Juga

dok.ist

Hakim Anggota Pengadilan Pajak Kasus SBS Dinilai Tak Profesional

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 30 November 2021, 11:17 WIB
KETUA Pengadilan Pajak diminta mengganti hakim dalam kasus pajak PT SBS agar penanganan kasus pajak tersebut berjalan sesuai kaidah hukum...
Ist/DPR

BURT DPR Kritisi Aturan Wajib Rapid Test Antigen bagi Pendatang di Bandara Sam Ratulangi

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 09:41 WIB
  Wakil Ketua BURT Evita Nursanty mengungkapkan kebijakan daerah tersebut menimbulkan pertanyaan dari sebagian besar masyarakat...
Ist/DPR

Puan: Potensi Kekuatan Non-Blok Bisa Wujudkan Kemerdekaan Palestina

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 09:25 WIB
Dalam Forum Inter Parliamentary Union (IPU) General Assembly ke-143 di Madrid, Spanyol, Puan menyatakan komitmennya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya