Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menunjuk mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama Kusubandio, Selasa (22/12).
Menanggapi itu, Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Martin Manurung mengingatkan Sandiaga untuk mempercepat visi Presiden Jokowi terkait kawasan wisata super prioritas, yang salah satunya adalah Danau Toba yang berada di daerah pemilihan Martin.
“Saya meminta kepada Menteri Pariwisata yang baru untuk mempercepat visi presiden, secara khusus kawasan Danau Toba,” ucap Martin.
Wakil Ketua Komisi VI ini juga menjelaskan bahwa apa yang sudah dicanangkan Presiden harus segera dikebut. Mengingat sektor pariwisata merupakan salah satu sektor andalan negara untuk memulihkan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, Martin berharap agar Calon Wakil Presiden yang berpasangan dengan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 lalu ini segera mungkin menguasai lapangan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada.
“Agar nanti pada masa saat pandemi Covid-19 ini mulai berakhir, serta tahapan pemulihan ekonomi dimulai, maka kawasan (wisata prioritas) itu sudah siap menangkap peluang-peluang,” pungkas Martin.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah mencanangkan lima destinasi wisata super prioritas yang akan dikembangkan secara serius. Salah satunya adalah Danau Toba.
Destinasi wisata super prioritas ini merupakan bagian dari program 10 Bali Baru yang dicanangkan Jokowi pada awal periode pertama masa pemerintahannya. Sejauh ini anggaran yang akan dikucurkan untuk pengembangan lima destinasi tersebut mencapai total 9,35 triliun rupiah, dengan anggaran awal sebesar 2,98 triliun rupiah dan anggaran tambahan sebesar 6,36 triliun rupiah.
Hari ini Presiden Jokowi resmi mengumumkan perombakan atau reshuffle kabinet di Istana Negara. Ini merupakan kocok ulang pertama pada periode kedua kepemimpinan Jokowi.
Sejumlah menteri dicopot dan digeser posisinya, ada pula nama-nama yang dikeluarkan dari Kabinet Indonesia Maju.
Tri Risma sebagai Menteri Sosial; Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan; Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama; Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan; Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; serta M Luthfi sebagai Menteri Perdagangan. (OL-8)
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada reshuffle kabinet di istana, hari ini (28/1).
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan istana belum membahas soal adanya isu reshuffle kabinet. melainkan pelantikan dewan energi nasional
KEPALA Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menuturkan apabila reshuffle kabinet Merah Putih merupakan hal wajar. Sebab, saat ini jabatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) kosong
SEKRETARIS Negara Prasetyo Hadi membantah adanya isu perombakan (reshuffle) kabinet. Menurutnya, makna reshuffle yang beredar luas di publik tidak benar.
Isu perombakan kabinet kembali menguat seiring santernya kabar nama Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Budi Djiwandono, yang disebut-sebut berpeluang masuk ke jajaran eksekutif
Pemerintahan Prabowo-Gibran genap berusia satu tahun pada 20 Oktober 2025. Dari sektor ekonomi, beberapa capaian mendapat apresiasi. Namun sejumlah catatan juga dinilai masih berantakan.
Selain Tom Lembong, masih ada beberapa mantan menteri era Jokowi yang terjerat kasus korupsi. Berikut beberapa mantan menteri tersebut.
Seharusnya Prabowo berkaca pada kabinet pemerintahan Jokowi.
“Setahu saya ada. Kan Pak Prabowo sudah ngomong kalau nama-nama dari kabinet Pak Jokowi yang bagus-bagus akan juga dipakai untuk membantu beliau."
MENTERI Sosial Tri Rismaharini bungkam saat ditanya rencana mundur dari kabinet Presiden Jokowi. Ia hanya tersenyum dan melambaikan tangan ke awak media, Selasa (3/9).
PDIP berharap reshuffle kabinet di akhir masa jabatan ditujukan untuk meningkatkan kinerja. Pasalnya, persoalan perekonomian rakyat mendesak untuk diselesaikan.
Saat ditanya lebih lanjut soal Menteri ESDM Arifin Tasrif yang akan digantikan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Presiden enggan menjawab kabar tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved