Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
MEMBANGUN sebuah sistem yang mampu menutup peluang terjadinya korupsi merupakan kunci utama pencegahan tindakan rasuah. Demikian diutarakan Presiden Joko Widodo dalam Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2020 secara virtual, Rabu (16/12).
Ia meminta semua instansi pemerintahan terus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, melakukan penyederhanaan proses kerja, dan proses pelayanan kepada masyarakat untuk meminimalisir peluang korupsi, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Upaya melakukan reformasi di sektor perizinan dan sektor layanan publik merupakan upaya penting untuk memperkecil peluang terjadinya korupsi," ujar Jokowi.
Baca juga: Rencana Demonstrasi FPI Hina Negara
Lebih lanjut, Sektor yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas, sektor yang mempengaruhi ekosistem berusaha, terutama pada UMKM pun menjadi perhatian utama pemerintah. Kepala negara mengungkapkan pemerintah terus berusaha melakukan reformasi struktural secara besar-besaran.
"Regulasi yang tumpang tindih dan prosedur yang rumit terus akan kita pangkas. Mekanisme dan prosedur birokrasi yang rumit kita sederhanakan yang kemudian didukung dengan penggunaan teknologi digital seperti e-budgeting, e-procurement, e-audit, dan aplikasi-aplikasi lainnya," jelas dia. (P-5)
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
TIM Hukum DPP PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan telah mendapat informasi bahwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hasto Kristiyanto sudah ditarget agar masuk penjara
Hendri Satrio berpendapat, sudah saatnya semua misteri yang menyelimuti demokrasi bangsa ini dibuka agar tidak ada lagi penyanderaan dalam politik.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved