Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meminta seluruh jajaran menterinya berkonsentrasi pada realisasi anggaran 2020.
Sebagaimana diketahui, dengan adanya beberapa hari libur nasional termasuk Pilkada 9 Desember mendatang, secara praktis hari kerja di bulan terakhir hanya menyisakan tiga pekan.
"Ini tinggal kurang lebih tiga minggu, hanya tinggal tiga minggu, praktis tinggal tiga minggu. Jadi, semua saya minta konsentrasi kepada yang namanya realisasi belanja 2020," ujar Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (1/12).
Tidak berhenti di situ, kepala negara meminta seluruh kementerian/lembaga terutama yang memiliki anggaran besar untuk segera bergerak membelanjakan dana yang dimiliki sejak awal Januari 2021.
Dengan DIPA yang telah dibagikan sejak November lalu, kementerian/lembaga semestinya telah mulai melaksanakan lelang dini sehingga proyek-proyek 2021 bisa dimulai sejak awal tahun.
"Saya ingatkan sekali lagi, belanja-belanja semua harus bisa segera direalisasikan di awal Januari, di awal tahun. Mestinya lelang dimulai sekarang karena DIPA-nya sudah kemarin dibagikan," pungkasnya. (OL-8)
Hingga 30 September 2025, realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) baru 62,8% dari target. Bahkan, ada tiga K/L besar yang serapannya masih di bawah 50%
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menjanjikan penyerapan anggaran kementeriannya bisa mencapai 96% pada akhir tahun.
Serapan anggaran untuk belanja daerah oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di semester pertama 2025 baru sekitar 37%.
Peringatan keras ini disampaikan saat membuka kegiatan Laporan Realisasi Belanja Daerah dan Realisasi PAD Triwulan II Tahun 2025 di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (13/8).
SERAPAN anggaran akhir tahun 2023 yang mencapai 100,2% dari alokasi Perpres 75/2023 dinilai tidak menjamin mampu meningkatkan kualitas anggaran. Indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi
PEMERINTAH membantah menahan aktivitas belanja untuk mendapatkan angka defisit anggaran yang kecil. Pasalnya realisasi belanja negara justru melampaui alokasi dana APBN
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved