Minggu 29 November 2020, 20:13 WIB

KPK: Informasi Terkait OTT Menteri KKP akan Ditindaklanjuti

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
KPK: Informasi Terkait OTT Menteri KKP akan Ditindaklanjuti

dok.mi
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi

 

OPERASI tangkap tangan KPK terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo membuka tabir ekspor-import. Dari informasi yang didapat, disebutkan Siswadi Pranoto tersangka kasus suap yang ditahan terkait OTT KPK mentri KKP adalah pemilik PT.ACK dan ATT Group. Dimana anak perusahaannya PT. PLI juga tersangkut dikasus yang sama, direktur PT. PLI adalah adik kandungnya dengan nama Dipo Pranoto.

Terkait hal ini, Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonformasi berjanji akan mengkonfirmasi dan digali lebih lanjut informasi tersebut.

"Semua data dan informasi yang kami miliki pasti akan dikonfirmasi dan digali lebih lanjut pada saksi-saksi yang akan dipanggil terkait konstruksi perkara tersebut," jawab Ali Fikri, melalui pesan whatsappnya kepada mediaindonesia.com, Minggu (29/11).

Disebutkan bahwa kakak beradik ini memiliki jejaring bisnis di airport, seperti PT MAU sebuah perusahaan warehouse operator yang mengopersikan gudang BGD dan PT. Avatas regulated agent adalah perusahaan ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan untuk melakukan cargo security screening dan satu perusahaan ground handling Menzeis Aviation yang melakukan kegiatan di sisi udara bandara.

Dengan jejaring ini, mereka dengan mudah dapat melakukan kegiatan tanpa dapat dideteksi oleh aparat, seperti kegiatan export dimana mulai trucking/handling (PLI), kemudian security screening (Avatar) dan gudang lini 1 (MAU) adalah miliknya sendiri sehingga barang export apa saja bisa diloloskan dengan mudah  tanpa terdeteksi.

"Di sektor import mereka memilik 2 perusahaan customs clearance PJT yaitu PT. GTLN dan PT. ESN yg bermitra e-commerce ternama," sebut sumber tersebut.

Dengan menguasi gudang lini 1 dan 2 perusahaan PJT ini, mereka dapat beroperasi secara tidak terdeteksi dalam melakukan proses importasi apapun.

"Mereka sudah melakukan praktek monopoli selama kurang lebih 10 tahun terakhir dan itulah sebabnya mereka dapat dengan mudah melakukan monopoli dan berkolusi untuk memamipulasi data export benur dengan Kementrian KKP dengan mudah," tutupnya. (OL-13)

Baca Juga: Firli Janji Ungkap Detail OTT di KKP

Baca Juga

Dok. Priibadi

Perpres RAN-PE Bukti Komitmen Pemerintah Atasi Ekstremisme

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 21 Januari 2021, 00:03 WIB
Ditegaskan Christina, persoalan ekstremisme sudah menjadi permasalahan seluruh elemen bangsa dan bukan hanya...
Antara

Lemkapi: Program Presisi Listyo Cocok dengan Kondisi Indonesia

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:40 WIB
Edi pun meminta kepada calon Kapolri agar memperkuat peranan Polsek agar dapat diandalkan menjadi ujung tombak dalam pelayanan kepada...
Antara

KPK Kembangkan Suap Bansos yang Jerat Juliari

👤Ant 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:17 WIB
"Kita cari karena di program bansos itu banyak sekali bukan hanya difabel, PKH, dan lain-lain," kata Deputi Penindakan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya