Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
BAKU tembak antara TNI dan kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang tergabung dalam Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM kembali terjadi pada Kamis (26/11). Akibat baku tembak di Distrik Patu, Kabupaten Nduga, Papua tersebut, sebanyak tiga anggota TNI terluka. Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom menyebutkan, pihaknya bertanggung jawab atas penembakan tersebut.
“Dari Panglima Kodap III TPNPB Ndugama Bridgen Egianus Kogeya melaporkan bahwa mereka telah melakukan kontak senjata dengan pasukan Keamanan Indonesia di Kabupaten Nduga, Papua,” katanya kepada Media Indonesia melalui pesan singkatnya, Jumat (27/11).
Berdasarkan informasi, ketiga anggota TNI yang mengalami luka tersebut yaitu Serda Abriadi yang terkena luka tembak di paha, Kopda Subair Purnomo tertembak di pergelangan tangan kanan dan paha kanan, serta Prada Fajar Rosadi mengalami luka tembak di leher bagian kanan. Saat ini ketiganya sudah dievakuasi ke Timika untuk perawatan lebih lanjut.
Baca juga : Tiga Anggota TNI Ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata Papua
Lebih lanjut Sebby mengungkapkan, baku tembak terjadi sekitar pukul 13.00 Waktu Indonesia Timur (WIT). Berdasarkan pantauan anggota TPNPB di lapangan, pihaknya menyerang dua mobil aparat keamanan yang masuk ke wilayah Kendibam, Nduga.
“Kita juga melihat ada helikopter masuk ke Nduga dari arah Timika pada pukul 4 sore untuk membawa aparat TNI/POLRI yang tertembak,” jelasnya. (P-5)
PEMERHATI sepak bola nasional dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Irhas, mengatakan, upaya pembinaan talenta muda sepak bola di Indonesia Timur harus terus ditingkatkan.
Selama ini, sektor pertanian di Papua terbebani oleh ongkos pengiriman pupuk yang sangat mahal.
POLRES Mamberamo Raya menangani peristiwa kecelakaan lalu lintas sungai yang terjadi di Sungai Mamberamo dan mengakibatkan tiga orang warga dilaporkan hilang terbawa arus, Jumat (16/1).
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Sepanjang tahun 2025, Kepolisian Daerah Papua mencatat 104 aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dengan korban 94 orang meninggal dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved