Jumat 27 November 2020, 02:40 WIB

Rizieq Shihab Sosok yang Kurang Disukai

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Rizieq Shihab Sosok yang Kurang Disukai

MI/PIUS ERLANGGA
Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas .

 

SEBAGIAN besar masyarakat Indonesia kurang menyukai sosok Rizieq Shihab. Dari 1.201 responden yang dipilih secara acak, sebanyak 73% mengaku mengetahui Rizieq.

Kemudian, hanya 43% di antaranya yang menyukai sosok imam besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut. Setidaknya demikian berdasarkan hasil survei nasional oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

“Tingkat kesukaan masyarakat terhadap Rizieq Shihab jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain yang disukai oleh lebih dari 70%,” ungkap Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas ketika merilis hasil survei Sikap Publik Nasional terhadap FPI, MRS, dan Respons Pemerintah secara virtual, kemarin.

Tingkat kesukaan masyarakat kepada Rizieq tertinggal jauh ketimbang tokoh-tokoh lain yang juga ikut disurvei SMRC. Seperti Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo dengan tingkat kesukaan masyarakat 85%, Sandiaga Uno 84%, Khofifah Indar Parawansa 83%, Agus Harimurti Yudhoyono 76%, Prabowo Subianto 75%, dan Anies Baswedan 74%.

“Kesukaan lebih penting daripada awareness sehingga Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno, dan Khofi fah paling atas, lalu AHY, Prabowo, dan Anies di lapisan kedua. Sementara itu, HRS jauh di bawah,” lanjut Sirojudin.

Selain itu, survei juga membahas acara resepsi pernikahan putri Rizieq dan Maulid Nabi yang diikuti ribuan pengikut Rizieq. Dari survei tersebut, 49% responden menyatakan tahu bahwa acara tersebut dilakukan dengan mengabaikan protokol kesehatan covid-19.

“Di antara yang tahu acara tersebut, mayoritas 77% setuju seandainya aparat keamanan membubarkan acara tersebut dengan alasan covid-19. Sementara itu, yang tidak setuju 17% dan tidak menjawab 6%,” lanjutnya.

Dalam kaitan acara itu, survei SMRC menunjukkan 42% responden menyatakan setuju Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gagal menjalankan aturan PSBB secara adil kepada semua warga DKI Jakarta. Angkanya melebihi separuh di kelompok responden yang mengetahui acara Rizieq.

“Di antara yang tahu acara tersebut, sekitar 57% setuju dengan pendapat bahwa Gubernur DKI Jakarta telah gagal menjalankan aturan PSBB secara adil kepada semua warga DKI Jakarta tanpa memandang etnik, agama, atau golongannya,” ungkapnya.

Survei nasional sebelumnya yang dilakukan SMRC pada Januari 2018 menunjukkan NU dan Muhammadiyah ialah organisasi yang lebih banyak dikenal dan lebih didukung warga.

Awareness terhadap NU dan Muhammadiyah sekitar 79%-80%, tidak berbeda signifikan secara statistik. Sementara itu, yang tahu FPI 59%. Organisasi yang perjuang annya paling banyak mendapat dukungan ialah NU (didukung 80% dari yang aware), selanjutnya Muhammadiyah (58%), dan paling rendah FPI (33%),” tandas Sirojudin.


Dirawat

Sekitar sepekan seusai penyelenggaraan acara yang mengabaikan protokol kesehatan itu, kasus positif covid-19 bermunculan di Petamburan, tempat digelarnya acara. Jumlahnya terus bertambah setelah dilakukan pelacakan.

Rizieq pun dikabarkan jatuh sakit setelah acara resepsi pernikahan putrinya, kendati tidak diketahui apakah positif covid-19 atau tidak. Menurut Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, ia menjalani general check up di salah satu rumah sakit di Kota Bogor. “Pimpinan rumah sakit tersebut menyampaikan pada saya, saat ini kondisi Habib (Rizieq) dalam keadaan baik,” terang Bima, kemarin. (DD/P-2)

Baca Juga

Antara

RUU Pemilu Perlu Tingkatkan Batas Sumbangan Kampanye

👤Tri Subarkah 🕔Minggu 24 Januari 2021, 22:30 WIB
Ia juga mendorong agar laporan dana kampanye diatur lebih ketat dengan dengan audit investigatif, transparan, dan...
Antara

Munarman FPI Berang ke PPATK, Ini Penyebabnya

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 24 Januari 2021, 20:06 WIB
“Memangnya kalau dari luar negeri itu otomatis bandit semua apa, koruptor semua apa? Seperti para elit di sini,”...
Antara

PPATK Sebut FPI Banyak Terima Dana dari Luar Negeri

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 24 Januari 2021, 19:45 WIB
"Iya itu betul, tapi kan belum berarti bisa disimpulkan apa-apa. Transaksi ke luar negeri biasa juga dilakukan organisasi, individu,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya