Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PASCA kejatuhan ISIS di Suriah, pemerintah terus melakukan proses identifikasi Warga Negara Indonesia yang tergabung menjadi anggota ISIS. BNPT menegasakn proses identifikasi terus dilakukan melalui kerjasama dengan sjumlah lembaga internasional.
Data BNPT menyebutkan setidaknya saat ini terdapat 1200 Warga Negara Indonesia yang tergabung ISIS yang masih ada di Suriah.
“Kalau data kita sampai saat ini terdapat sektiar 1200 WNI, termasuk tetnunya perempuan dan anak-anak. Ada yang di penahanan, ada yang di kamp pengungsian dan ada juga yang sedang berindah-pindah tempat untuk mencari daerah konflik yang lain. Kita akan terus pantau untuk melakukan identifikasi dan kita dalam hal ini bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional,” ungkap Kepala BNPT Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar saat berbincang dengan Jurnalis Media Indonesia Irvan Sihombing, dalam acara program Journlist on Duty yang disiarkan melalui IG Live @mediaindonesia, Senin (12/10).
DIjelaskan Boy, dari 1200 WNI yang terdintifikasi sejauh ini, terdapat sekitar 500 anak dan perempuan WNI yang terdapat di dalam kamp pengungsian, sebagian lagi sedang mengikuti proses hukum da nada sekitar 200 orang yang berpindah-pindah untuk mencari daerah konflik yang baru di Timur Tengah.
“Dan di dalam jumlah ini juga termasuk mereka yang pernah kembali sebagai deportan tahun lalu dan kita pernah terima, bahkan sudah juga kita berikan program deradaikalisai,” lanjut Boy.
Diakui dia bahwa proses identifikasi ini sempat mengalami kendala karena pandemi COvid-19 terutama karena keterbatasan akses transportasi di tengah adanya sejumlah pembatasn penerbangan internasional.
Sementara terkait rencana pemulangan, Boy menegaskab bahwa hal tersebut masih akan menjadi pembahasan bersama lintas kementerian yang dikoordinir oleh Menko Polhukam.
“Ini tentu masih menjadi bahan pembahasan lebih lanjut dan yang pasti menunggu proses identifikasi selesai. Jadi yang paling penting sekarang adalah kita focus pada pendataan terlebih dahulu,” pungkas Boy.(OL-4)
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved