Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 diwanti-wanti agar jangan memunculkan klaster atau gelombang baru penularan covid-19. Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir meminta calon kepala daerah dan lembaga pemilu menjamin tidak ada penularan yang masif saat pesta demokrasi itu berlangsung pada 9 Desember.
"Kemarin kami sudah undang calon-calon (kepala daerah), kita buat statement keras. Kami enggak mau ada second dan third wave (covid-19) yang ganggu kehidupan masyarakat," jelas Erick dalam webinar 'Transportasi Sehat, Indonesia Maju', Jakarta, Selasa (15/9).
Pasalnya, dalam ajang Pilkada tersebut dikhawatirkan ada kerumunan atau pengumpulan massa, baik saat masa kampanye atau saat pemilihan. Erick menegaskan, keberhasilan calon kepala daerah akan terlihat dari pencegahan penularan covid-19.
"Protokol kesehatan jadi prioritas. Kalau covid-19 gagal (ditekan), berarti itu kegagalan calon pemimpin," tukas Menteri BUMN itu.
Baca juga : Presiden Perintahkan Luhut dan Doni Tangani Korona di 8 Provinsi
Guna memperketat disiplin akan protokol kesehatan, Pemerintah meluncurkan operasi yustisi yang bekerja sama dengan TNI dan Polri. Namun, operasi itu bukan sesuatu yang represif atau dengan cara paksaan.
"Operasi yustisi jangan disalahartikan resperesif. Ini untuk diprioritaskan pada masyarakat, karena jumlah OTG banyak. OTG ini bisa mengakibatkan fatality (kematian) yang besar kepada masyarakat yang punya kondisi komorbid," kata Erick.
Terpisah, Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan kepada calon kepala daerah untuk menerapkan protokol kesehatan ketat demi mencegah penularan covid-19 pada seluruh tahapan Pilkada 2020.
"Kampanye Pilkada harus semakin kreatif, agar visi dan misi calon tetap tersampaikan ke masyarakat dan protokol cegah Covid-19 harus tetap terjaga," kata Puan. (P-5)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved