Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SECARA garis besar masyarakat telah memahami ancaman pandemi covid-19 bukan hanya masalah kesehatan, melainkan juga berdampak langsung pada menurunnya aktivitas perekonomian yang berujung pada ancaman stabilitas nasional. Untuk itu, dibutuhkan sebuah kesadaran bersama untuk membebaskan bangsa dari ancaman jurang resesi ekonomi dampak covid-19.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyatakan setidaknya ada tiga hal penting yang harus dilakukan agar Indonesia bisa menjawab
tantangan pandemi covid-19. Pertama, kerja optimal organ pemerintah.
Kedua, konsolidasi yang baik antara setiap elemen negara dan rakyat. Ketiga, semangat bela negara di setiap insan
bangsa.
“Membangkitkan Pancasila sebagai fondasi dalam membangun solidaritas sosial yang merupakan cerminan nilai-nilai kebangsaan,” ujar Rerie sapaan akrabnya dalam diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk Penguatan Nilai Gotong Royong untuk Antisipasi Resesi di Media Center MPR RI, kemarin.
Rerie mengatakan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan merupakan sari pati nilai-nilai Pancasila yang mendasari gotong royong dalam kehidupan bernegara. Tanpa kesadasaran gotong royong, maka akan berefek pada dampak sosial
kehidupan berbangsa dan bernegara.
Turut hadir secara fisik dalam diskusi tersebut, anggota MPR RI Ace Hasan Syadzily, Staf Ahli Menko UKM Luhur Pradjarto, dan Ketua Nation and Character Building Institute (NCBI) Juliaman Saragih.
Dari segi kerja pemerintah, Staf Ahli Menko UKM Luhur Pradjarto mengemukakan bahwa kementeriannya telah menerima laporan bahwa banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak. Kemenkop dan UKM telah memiliki program penanganan yang diharap bisa menjaga ekonomi rakyat tetap berputar.
“Kita bersinergi tidak hanya dengan 18 kementerian, tapi juga dengan pemerintah daerah,” kata Luhur.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily optimistis bahwa bangsa Indonesia memiliki modal sosial yang besar serta bisa melalui pandemi dan bangkit dari pukulan resesi. Guyub, gotong royong, dan kedermawanan sosial merupakan modal sosial rakyat Indonesia yang harus dijaga. (Uta/P-1)
Para siswa Menwa Mahawarman juga mendapatkan pembekalan kepemimpinan dan nilai-nilai kebangsaan
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa bela negara merupakan hak warga negara. Hal itu diwujudkan dalam upaya pembebasan sandera kelompok Abu Sayyaf di kawasan Filipina.
SEKRETARIS Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin, mengatakan, penguatan nilai-nilai moderasi beragama di generasi muda adalah yang yang fundamental.
CPNS di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN mengikuti Pelatihan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.
Pelatihan ini menyoroti tiga pilar utama kepemimpinan, yaitu purpose, integrity, dan empathy.
Bela negara kini tidak berhenti pada ranah pertahanan, tetapi juga merambah sektor pangan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
HAMPIR dipastikan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu atau UU Omnibuslaw Politik akan disahkan pada 2026 ini mengingat tahapan Pemilu 2029 harus sudah dimulai menjelang akhir 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved