Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Aceh Tengah telah menetapkan pagu anggaran penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2017 dalam APBK 2016 sebesar Rp15 miliar.
"Jumlah yang telah ditetapkan tersebut kemungkinan berubah menyesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan sebenarnya," kata Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Karimansyah, di Takengon, Sabtu (12/3).
Karimansyah menjelaskan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tengah telah mengusulkan dana penyelenggaraan Pilkada 2017 sebesar Rp46 miliar. Namun, dana itu belum bisa dipenuhi secara keseluruhan, karena perlu dirasionalkan kembali sesuai dengan pedoman standar biaya yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat.
"KIP Aceh Tengah mengusulkan Rp46 miliar untuk kebutuhan Pilkada 2017, kita belum bisa penuhi, karena masih harus menunggu standar biaya," katanya.
Karimansyah menambahkan, pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan pihak KIP pada awal Februari yang dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tengah Nasaruddin. Pertemuan tersebut menyimpulkan bahwa pihak Pemkab belum bisa berbuat lebih jauh sebelum ada pedoman yang mengatur tentang standar biaya.
Pemkab Aceh Tengah melalui Dinas Pengelola Keuangan Daerah sudah berupaya untuk koordinasi dan menanyakan langsung mengenai standar biaya penyelenggaraan Pilkada ke Kementerian Keuangan.
"Kita sudah menanyakan langsung ke Kemenkeu terkait standar biaya dari KPU, tapi jawabannya masih harus menunggu. Tanpa ada standar tersebut Tim Anggaran Pemerintah Daerah belum dapat menilai kelayakan usulan KIP Aceh Tengah,"
katanya.
Ia mengatakan usulan KIP Aceh Tengah tersebut meningkat sangat signifikan dari penyelenggaraan Pilkada 2012 lalu dengan total pagu anggaran sebesar Rp19,3 miliar. Usulan dari KIP Kabupaten Aceh Tengah sebesar Rp46 miliar tersebut juga belum termasuk kebutuhan Panwaslih dan biaya pengamanan. (OL-5)
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
Pasalnya sudah hampir tiga bulan usai bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatra, sekolah-sekolah di lokasi itu masih harus belajar berlantai terpal plastik di tenda darurat.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
Keputusan ini diambil lantaran delapan desa di Aceh Tengah masih terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur yang parah pascabencana banjir dan tanah longsor.
FAKULTAS Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menjalankan misi kemanusiaan sekaligus pemetaan pascabencana banjir bandang di Desa Kala Segi dan Desa Toweren, Kabupaten Aceh Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved