Senin 13 Juli 2020, 19:35 WIB

Kuasa Hukum Akhirnya Akui Ki Gendeng telah Meninggal

Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum
Kuasa Hukum Akhirnya Akui Ki Gendeng telah Meninggal

MI/MOHAMAD IRFAN
Kuasa hukum Ki Gendeng Pamungkas, Julianta Sembiring (kiri), saat mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (13/7).

 

KUASA hukum Ki Gendeng Pamungkas pada perkara pengujian materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terhadap UUD 1945, Julianta Sembiring, akhirnya mengakui kliennya benar telah meninggal dunia.

Dalam persidangan yang di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Senin (13/7), ia membenarkan kliennya merupakan orang yang sama dengan paranormal yang sebelumnya diberitakan meninggal dunia pada awal Juni 2020. Hakim konstitusi pada persidangan sebelumnya pun telah menanyakan hal itu.

"Kami memutuskan untuk mencabut perkara yang sudah kami jalankan ini, Yang Mulia. Alasannya kami sudah menentukan bersama-sama apa yang disampaikan Yang Mulia di persidangan yang lalu. Saya sampaikan juga ke senior pengacara kami, kami menghormati persidangan Yang Mulia," ujar Julianta dalam persidangan.

Sontak, pengakuan kuasa hukum membuat hakim konstitusi geram, pasalnya pada dua persidangan sebelumnya kuasa hukum berusaha menutupi kematian keliennya.

Hakim tidak mengetahui motif para kuasa hukum yang menutupi fakta kliennya tersebut, padahal dalam kesempatan sebelumnya majelis menegaskan tidak menghalangi apabila kuasa hukum mengajukan permohonan lagi dengan pemohon yang berbeda.

"Anda ini sudah membuat kami sidang tiga kali ini, belum pernah yang seperti ini karena kami tidak yakin dengan keterangan Saudara," ujar Hakim Konstitusi Saldi Isra.

Saldi pun menanyakan kapan kuasa hukum mengetahui bahwa kliennya telah meninggal dunia. Dalam kesempatan itu, Julianta mengaku mengetahuinya saat malam kliennya itu diberitakan meninggal dunia dari organisasi masyarakat di Bogor.

Dalam menanggapi pengakuan Julianta, hakim memperingatkan para kuasa hukum untuk tidak mengulangi memberikan keterangan yang tidak benar. 

Dalam persidangan sebelumnya, Selasa (16/6), kuasa hukum membantah kilennya adalah orang sama dengan paranormal Ki Gendeng Pamungkas yang diberitakan meninggal. Ki Gendeng sang paranormal disebut bernama asli Imam Santoso, sedangkan Ki Gendeng Pamungkas yang memberikan kuasa kepadanya bernama Ihsan Masardi.

Ketika majelis hakim meminta bukti berupa KTP Ki Gendeng Pamungkas untuk mengetahui nama asli pemohon, kuasa hukum menuturkan nama yang tercantum adalah Ki Gendeng Pamungkas.

Setelah itu, dalam persidangan berikutnya yang berlangsung Senin, (6/7), hakim meminta kuasa hukum menghadirkan Ki Gendeng Pamungkas dalam persidangan. Julianta dalam kesempatan itu tidak dapat langsung menjawab secara tegas dapat menghadirkan Ki Gendeng Pamungkas. Ia  mengatakan akan membicarakan dulu dengan rekan-rekan kuasa hukum yang lain.

Saat itu, hakim konstirusi menegaskan hadirnya Ki Gendeng Pamungkas dalam sidang adalah perintah persidangan yang harus dilaksanakan. Kemudian, Julianta mengiyakan perintah itu.

Hakim menegaskan memastikan pemohon telah meninggal atau hanya bernama sama merupakan hal yang penting dalam persidangan, karena kasus dinilai selesai apabila pemohon sudah meninggal. (P-2)

Baca Juga

Instagram Rachel Vennya

Rachel Vennya Dicecar 35 Pertanyaan di Polda Metro Jaya

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 02:08 WIB
Kuasa hukum mengatakan materi pemeriksaannya oleh penyidik masih seputar kronologi kasus yang menjerat...
MI/ M Irfan

Ini Catatan MAKI Atas Kinerja Kejagung Kalah Moncer dari Polri

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 23:06 WIB
Citra positif ejaksaan (71 persen), MA dan MK (73 persen), tetapi lebih rendah dari citra positif Polri (77...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Korupsi Perum Perindo Terkait Transaksi Fiktif Rp149 Miliar

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 20:45 WIB
Menurut Leonard, penetapan tersangka ini dilakukan setelah jaksa penyidik memeriksa tujuh orang saksi. Namun hanya dihadiri oleh empat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya