Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH pakar politik dan pemerintahan melihat adanya situasi lawlessness (ketiadaan hukum) dalam penanganan pandemi covid-19 beberapa hari terakhir. Walaupun pemerintah masih memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), masyarakat seperti tidak mengindahkan aturan tersebut.
“Kita melihat situasi di banyak daerah pasar penuh sesak dan jalan raya masih macet. Ini seperti tidak ada pandemi,” kata Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Azyumardi Azra dalam diskusi daring yang diselenggarakan I-Otda, Selasa (19/5).
Ia menekankan seharusnya pemerintah pusat bisa menunjukkan soliditas dalam menangani pandemi ini. Hal ini ditandai dengan kuatnya koordinasi antara instansi pusat dan daerah saat implementasi kebijakan.
“Kenyataannya pemerintah agak morat marit dalam penanganan covid-19. Terjadi rivalitas dalam koordinasi antarinstansi pusat-pusat dan pusat-daerah,” ungkapnya.
Dirinya khawatir apabila situasi ini tidak dibenahi, pandemi covid-19 sulit diatasi dengan cepat. Apalagi, saat ini publik menyaksikan belum adanya pelandaian kurva penambahan pasien positif virus covid-19.
“Karena ini segera benahi koordinasinya,” jelasnya.
Baca juga: Hati-Hati Tumpang-tindih Tangani Teroris
Pengamat politik dari CSIS J Kristiadi menambahkan, dalam penanganan pandemi sebaiknya aparat pemerintah menjaga jarak dengan kepentingan pribadi agar kebijakan bisa berjalan dengan lebih baik.
“Jangan kemudian penanganan pandemi ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik elite tertentu,” ujarnya.
Kristiadi mengingatkan, pada dasarnya negara tidak mungkin memenangkan sendiri peperangan melawan covid-19. Dibutuhkan kekuatan masyarakat untuk mendukung sekaligus mengkritik kebijakan negara.
“Jadi tidak perlu alergi apabila ada kritik dari masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, pakar politik dari LIPI R Siti Zuhro menyebut apabila masyarakat tidak boleh melakukan kritik, artinya kita seperti bersepakatan menuju negara yang tidak demokratis. Hal ini karena banyak kritik yang tidak terlalu digubris elite politik yang ada.
“Seperti tidak bisa ada kritik kepada kepala pemerintahan,” tuturnya.
Siti Zuhro masih melihat banyak elite yang berkontestasi untuk mencari pamor dalam penanganan pandemi.
“Padahal elite di pemerintahan lebih fokus untuk melayani publik. Bukan untuk pencitraan,” jelasnya.(OL-5)
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved