Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH diminta mulai mempersiapkan skenario agar masyarakat dapat hidup dan beradaptasi di tengah kondisi pandemi virus korona atau covid-19.
"Sampai kapan dan seberapa mampu anggaran negara memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak covid-19? Orang-orang harus bekerja dan perekonomian perlu dipulihkan, sekolah juga perlu dibuka," ujar Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari ketika dihubungi di Jakarta, pada Rabu (12/5).
Qodari menyebutkan sejumlah langkah yang perlu dilakukan pemerintah dalam mempersiapkan tatanan hidup baru dengan covid-19 antara lain dengan membuat Gugus Tugas yang terdiri dari lintas kementerian dan lembaga sebab banyak sektor terdampak selama pandemi covid-19.
Baca juga: Istana Sebut Berdamai dengan Covid-19 bukan Berarti Menyerah
Lalu, gugutas tugas itu akan dipimpin oleh orang yang berpengalaman.
Setelah itu, membuat cetak biru dan simulasi tatanan hidup dengan pandemi.
Lalu, melakukan simulasi terkait tatanan hidup dengan covid-19 di berbagai lini kehidupan.
Baca juga: Presiden Jokowi Minta Masyarakat Berdamai dengan Covid-19
Simulasi, terangnya, diperlukan supaya masyarakat paham bahwa meskipun berkegiatan normal di luar rumah masih ada bahaya virus korona dan penularannya dapat diminimalisasi melalui tata cara pencegahan seperti penggunaan masker, mengatur jarak antarorang, dan lainnya.
"Setelah itu, sosialisasi secara masif dan menyiapkan infrastruktur kesehatan yang lebih baik dalam menangani covid-19. Sistem pelayanan kesehatan harus disiapkan sebab masih akan ada orang yang tertular," papar Qodari.
Pemerintah, imbuh dia, dianggap perlu menyiapkan jaring pengamanan sosial dan stimulus ekonomi selama tatanan hidup dengan covid-19 dilakukan dan menerapkannya secara hati-hati.
Dalam penerapannya, Qodari menilai Gugus Tugas yang ada saat ini perlu diperkuat dengan gugus tugas baru yang menangani beberapa fokus utama yaitu, pertama, penanganan kesehatan yang saat ini masih di bawah kendali Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kedua gugus tugas untuk jaring pengaman sosial. Ketiga, Gugus Tugas untuk bidang ekonomi yang melibatkan kementerian/lembaga terkait.
"Gugus Tugas jangan hanya dipimpin oleh satu lembaga supaya melihat permasalahannya tidak linier. BNPB sudah berat tugasnya saat ini," tukasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat berdamai dengan covid-19 hingga antivirus ditemukan. Sehingga, masyarakat tidak boleh menjadi tidak produktif karena adanya covid-19, melainkan melakukan penyesuaian.
Pemerintah juga telah memutuskan bagi penduduk dengan usia di bawah 45 tahun diperbolehkan untuk beraktivitas lebih banyak semasa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan covid-19 Achmad Yurianto meminta kepada masyarakat untuk hidup dengan tatanan baru selama pandemi covid-19 untuk dapat bertahan dari ancaman kesehatan yang diakibatkan virus korona.
Tatanan baru dalam berkehidupan selama masa pandemi masih berlangsung yaitu terbiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terbiasa menggunakan masker saat ke luar rumah, terbiasa menghindari kerumunan orang yang sangat banyak, terbiasa lebih banyak tinggal di rumah untuk hal-hal yang tidak perlu dilakukan di luar rumah, dan terbiasa menjaga diri, keluarga serta lingkungan agar tetap sehat. (X-15)
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved