Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot-Pilwawakot) Depok terancam ditunda karena tak ada pasangan calon yang terdaftar di partai politik. Senator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaemi, mengatakan hingga kini belum ada satu pun pasangan calon (paslon) wakot dan wawakot yang terdaftar.
"Sejak dibuka penjaringan paslon dari Desember 2019 hingga Maret 2020, tidak seorang pun paslon yang terdaftar, " ungkap Babai Suhaemi kepada Media Indonesia di Gedung DPRD, Jalan Boulevard, Grand Depok City, Cilodong, Kota Depok, Jumat (6/3).
Baca juga: Pernah Raih Adipura, Kini Depok Terancam Jadi Lautan Sampah
Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 12 Tahun 2015, jelas tertulis bahwa jika dalam masa perpanjangan tidak ada calon yang mendaftar, maka KPU Kota Depok segera menetapkam keputusan bahwa semua tahapan pemilihan wakot maupun wawakot ditunda.
Akibat ditundanya pilwakot dan pilwawakot ini, lanjut Babai, dampak yang timbul adalah semua tahapan yang sudah dijalani selama beberapa bulan ini otomatis tidak dilanjutkan lagi.
Menurut dia, dalam diskusi pekan lalu dengan pakar politik Universitas Indonesia (UI) dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, mengenai penundaan pilwakot dan pilwawakot ini sudah dililis.
"Tapi secara resmi kita tunggu sampai akhir Maret hingga April, apakah ada paslon mendaftar ke parpol pengusung dan pendukung. Jika tidak, secara resmi kita akan membuat surat keputusan bahwa tahapan pilwakot dan pilwawakot berhenti total, " katanya waktu itu.
Sebelumnya diprediksi akan muncul tiga paslon yang ikut jadwal pilwakot dan pilwawakot pada 23 September mendatang. Tiga calon, Hardiono dari Birokrat. Parpol pengusung Hardiono PKS dan Golkar. Kedua Pradi Supriatna yang diusung PDIP-Gerindra. Sedangkan calon satunya lagi incumbent walikota Idris Abdul Shomad. Parpol pengusung Idris PPP, PKB, PSI, PAN dan Demokrat. (OL-6)
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Polres Metro Depok pada 2018 telah melakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa sejumlah pejabat teras Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved