Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PEMERINTAH masih melakukan kajian terkait rencana pemulangan anak yatim berusia di bawah 10 tahun yang sempat diajak mengikuti Islamic State (IS).
"Asesmennya masih jalan dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), Densus, Polri, dan Kementerian Hukum dan HAM. Akan ada proses kesana untuk asesmen," ucap Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di Gedung DPR, Selasa, (25/2).
Baca juga: Pemerintah Akan Pulangkan Anak Yatim Eks IS di Bawah 10 Tahun
Pemerintah, sambung dia, terus memutakhirkan data perkembangan segala aspek untuk pemulangan anak yatim eks IS sehingga rencana pemulangan anak yatim eks IS dapat dilakukan dengan baik.
"BNPT yang berkoordinasi, tapi ini terus tiap hari ada proses update data tiap hari," ucapnya.
Baca juga: Paspor WNI yang Bergabung IS Diblokir oleh Kemenkumham
Saat ditanya, kapan target pemulangan anak eks IS akan dilakukan, Yasonna mengaku pemerintah akan berusaha secepatnya.
"Kalau bisa, segera. Tapi inikan eks IS di sana kan tidak mudah kondisinya, berserak-serak juga kan lokasinya. Makanya kita terus melakukan kerja sama dengan pemerintahan yang ada maupun dengan pemerintah Turki dan komunitas internasional," tukasnya.
Baca juga: Pemulangan Anggota IS Eks WNI Ancam Keamanan Nasional
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyatakan pemerintah Indonesia akan memulangkan anak-anak eks anggota IS asal Indonesia yang berusia di bawah 10 tahun dan berstatus yatim piatu. (X-15)
Militer AS mengumumkan pemimpin senior ISIS Dhiya’ Zawba Muslih al-Hardani dan kedua putranya tewas dalam serangan di Suriah.
HAMAS dilaporkan telah menewaskan lebih dari 50 anggota kelompok bersenjata Palestina di Jalur Gaza. Kelompok tersebut ditengarai mendapat dukungan dari Israel.
HAMAS dilaporkan telah menewaskan lebih dari 50 anggota kelompok bersenjata Palestina di Jalur Gaza. Kelompok tersebut ditengarai mendapat dukungan dari Israel.
PEMERiNTAH Israel dikabarkan mempersenjatai kelompok milisi lokal terkait ISIS di Jalur Gaza sebagai bagian dari strategi untuk melawan Hamas.
CITRA satelit dan video yang dilihat surat kabar Israel Haaretz menunjukkan bahwa geng kriminal terkait ISIS yang didukung Israel itu telah memperluas kehadirannya di Jalur Gaza selatan.
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa pemerintahnya memasok senjata kepada kelompok bersenjata di Jalur Gaza, Palestina, yang menentang Hamas.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved