Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengatakan Indonesia masih terus dibayangi gangguan yang berpotensi menghambat kemajuan bangsa.
Gangguan tersebut seperti kurangnya persatuan di kalangan masyarakat, yang ditandai dengan kemunduran toleransi.
"Orang yang berbeda dimusuhi. Ini sudah mulai muncul dalam narasi keyakinan, misalnya dalam pendirian rumah ibadah," ujar Mahfud dalam acara diskusi "Bincang Seru Mahfud" di Universitas Indonesia, Senin (17/2).
Dalam acara itu, hadir Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, komedian Cak Lontong, Ketua Dewan Guru Besar Universitas Indonesia, Harkristuti Harkrisnowo, Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid, dan komika Mamat Alkatiri.
Baca juga: Pancasila Harus Jadi Acuan Cara Berpikir Melawan Intoleransi
Selain intoleransi, Mahfud menyebut gangguan lain yang dapat menghambat integrasi bangsa ialah ketidakadilan. Menurutnya, ketidakadilan dapat mengancam integrasi negara. Dalam proses kehancuran negara selain gagal menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat, juga terdapat empat hal yang jika dibiarkan dapat menyebabkan negara gagal.
Pertama, disorientasi ketika negara kehilangan arah, serta gagal dalam menciptakan keadilan. Kedua, ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah, yang menimbulkan disopinion. Ketiga, rakyat berbeda paham dan melawan. Keempat, lanjut dia, apabila terus dibiarkan terjadi disintegrasi. Oleh karena itu, persatuan dan keberagaman menjadi suatu keharusan untuk merawat integrasi bangsa.
"Tidak ada kelompok manusia yang sama. Indonesia merdeka setelah bersatu dalam keberagaman," pungkas Mahfud.
Dia mengakui ada ancaman berupa ideologi baru yang dianggap lebih baik dari Pancasila sebagai dasar negara. Mahfud menyakini ancaman disintegrasi dapat diminimalisasi, apabila negara mewujudkan keadilan bagi rakyat.(OL-11)
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
INDONESIA bukan bangsa kecil. Ia lahir dari semangat, darah, dan cita-cita luhur: memerdekakan manusia dari ketakutan, kebodohan, dan ketidakadilan.
FORUM Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) merekomendasikan perlunya langkah tegas negara melalui revisi regulasi hingga pembentukan UU Anti-Intoleransi.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan upaya mencegah intoleransi memerlukan sesuatu yang lebih kuat daripada peraturan pemerintah atau undang-undang. Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama akan bergerak cepat dalam menangani berbagai kasus intoleransi yang masih terjadi di sejumlah daerah.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan menyiapkan dua pendekatan agar insiden perusakan rumah doa di Padang, Sumatra Barat tak terulang
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kekuatan Indonesia bertumpu pada kerukunan yang terus dipelihara di tengah masyarakat.
Guru Besar UNJ, Abdul Haris Fatgehipon, menegaskan perlunya rekonstruksi gerakan kebangsaan dengan menempatkan pemuda sebagai aktor utama.
pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama merupakan langkah strategis dan visioner dalam arsitektur kebijakan pendidikan nasional.
Pemutaran film Believe yang mengangkat kisah hidup Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dimanfaatkan sebagai sarana membangun kebangsaan dan nasionalisme.
Di tengah dinamika kebangsaan yang kerap diwarnai ketegangan antara identitas agama dan tenun pluralitas, sebuah pertanyaan fundamental layak kita ajukan kembali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved