Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
WACANA pemulangan eks kombatan Islamic State (IS) yang sebelumnya berstatus warga negara Indonesia (WNI) dinilai Organisasi Kepemudaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berpotensi mengancam keamanan nasional.
PMII pun menolah rencana pemulangan sekitar 600 orang eks kombatan IS yang telah membuang paspor Indonesia-nya tersebut. Ketua Bidang Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda PB PMII, Muhammad Syarif Hidayatullah pun meminta publik mempertimbangkan permintaan pemulangan itu.
"Pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia itu saya kira harus dipertimbangkan kembali. Ini berbahaya bagi keamanan negara. Mereka itu sudah didoktrin. Membaiat diri pada pimpinan ISIS. Sekalipun ISIS sudah kalah, tetapi ideologi dan semangat mereka masih ada dan sulit untuk dideteksi apalagi dihilangkan," kata Syarif dalam keterangan persnya, Minggu (9/2).
Baca juga : Polemik WNI Eks IS, Pakar Usul Hanya Pulangkan Wanita & Anak-Anak
Menurut dia, paham radikalisme masih tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Maka permasalahan ini harus segera dituntaskan bukan menambahnya dengan memulangkan eks kombatan IS.
"Saya ambil contoh ya. HTI itu sudah dibubarkan pemerintah. Secara organisasi itu sudah tidak ada, tapi orang-orang eks HTI masih terus melakukan kampanye-kampanye pendirian negara khilafah. Ini bisa jadi sama dengan IS,"paparnya.
Pria yang akrab disapa Chaliq ini meminta pemerintah membatalkan pilihan pemulangan seluruh eks kombatan IS.
"Jangan korbankan jutaan orang WNI di Indonesia ini hanya karena ingin menyelamatkan 600 orang WNI eks ISIS. Kemudian jangan dibandingkan dengan pemulangan WNI dari Wuhan. Karena ini bukan hanya terkait penyakit atau virus yang menyerang raga, tetapi ideologi yang menyerang semuanya," pungkasnya.(OL-7)
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
KELOMPOK militan ISIS mengeklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri pada Jumat (6/2) di satu masjid Syiah, pinggiran Islamabad.
PERDANA Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras serangan bom bunuh diri yang mengguncang masjid Syiah di Islamabad pada Jumat (6/2).
WNI tersebut saat ini ditempatkan di fasilitas penahanan khusus anak atau remaja, mengingat yang bersangkutan masih di bawah umur.
Amerika Serikat dan pasukan sekutu melancarkan serangan besar ke target ISIS di Suriah sebagai balasan atas serangan mematikan terhadap pasukan AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved