Kamis 23 Januari 2020, 20:05 WIB

Pengoplos Miras Asal Banyuwangi Terancam 15 Tahun Penjara

Usman Afandi | Politik dan Hukum
Pengoplos Miras Asal Banyuwangi Terancam 15 Tahun Penjara

Ilustrasi
Miras oplosan

 

DUA pengoplos minuman keras (miras) asal Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) terancam hukuman penjara 15 tahun.

Kedua tersangka MS,25, dan GE,23, ditangkap oleh tim satgas Garda Blambangan, Kepolisian Resort (Polres) Banyuwangi saat meperoduksi miras oplosan di kontraknya yang beralamat di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengatakan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat kecamatan Muncar, yang resah karena banyaknya miras oplosan yang beredar di daerah mereka.

''Kita mendapat laporan ini dari masyarakat, terus kami kembangkan hingga akhirnya kami menangkap dua pelaku yakni MS warga Desa Watukebo Kecamatan Blimbingsari dan GE warga Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, mereka adalah pembuat dan penjual,'' kata Arman, Kamis (23/1).

Kemudian ia menjelaskan, dari hasil pengerebekan tersebut polisi berhasil menyita barang bukti yakni, 10 jerigen berisi 29 liter ethanol, 1 jerigen ukuran 5 liter berisi arak, 11 karung plastik isi penuh botol arak ukuran 600 ml siap kirim.

''Kalau semua di total jadi ada sekitar 750-an botol, dan opolosan ini sangat berbahaya karena mengandung 90 persen berkadar ethanol,'' ujarnya.

Arman menjelaskan, dari pengakuan tersangka, miras tersebut dicampur  dengan komposisi 13 liter ethanol dan 17 liter air mentah. Setelah itu dimasukkan kedalam jirigen dengan kapasitas isi 30 liter, dan selanjutnya miras oplosan tersebut dimasukkan kedalam botol kemasan air mineral 600 ml.

Diketahui dari tangan pertama GE arak tersbut dijual dengan harga Rp 17 ribu per 1 botol, kemudian dari tangan kedua MS dijual kembali dengan harga Rp25 ribu per 1 botol.

''Sudah 3 bulan yang lalu, mereka mendagangkan arak ini tanpa lebel, jadi setiap satu kali transaksi mereka bisa mendapatkan untung sekitar 4,2 juta,'' ujarnya.

Lebih lanjut Arman mengungkapkan kedua tersangka tersebut menjalani bisnis haram ini, lantaran tergiur dengan hasil yang cukup besar,    sehingga mereka nekat menjalaninya.

''Dari pengakuan tersangka mereka sudah tiga kali kirim, sehingga total omset yang diperoleh MS sebesar Rp12 juta, sedangkan omset GE sebesar Rp18 juta,'' ungkapnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka tersebut dijerat pasal 204 ayat (1) KUHP tentang penjualan minuman keras tanpa ijin sebagaimana yang di maksut dengan 15 tahun penjara dan subsidair pasal 142 UU RI No. 18 tahun 2012 dengan pangan ancaman hukuman 2 tahun penjara.(OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Mohamad Hamzah

Densus 88 Tangkap Profesor Bom Kelompok Teroris

👤 Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 01 Desember 2020, 00:13 WIB
Bungker sejenis tersebut juga telah ditemukan di Poso pada 2007, Klaten 2014, dan terakhir Lampung pada...
ANTARA/Sigid Kurniawan

Hakim Nilai Aneh Jaksa tidak Rinci Periksa Pinangki

👤 Sri Utami 🕔Senin 30 November 2020, 23:55 WIB
Hakim juga menanyakan terkait nama Joko S Tjandra yang disebut oleh terdakwa Pinangki Sirna Malasari saat pemeriksaan internal di Kejasaan...
MI/Ramdani

Demokrat Minta Pemerintah Segera Temukan Pelaku Teror di Sigi

👤Yohanes Manasye 🕔Senin 30 November 2020, 23:12 WIB
"Kita minta pemerintah, aparat penegak hukum, untuk segera menemukan siapa pelaku pembunuhan sadis itu dan apa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya