Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu Komisioner komisi pemilihan umum (KPU) RI, Wahyu Setiawan, terjaring operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Media Indonesia mencoba menghubungi semua komisioner KPU, namun hanya Pramono yang menjawab. Pramono hingga saat ini masih mencari tahu informasi yang lengkap perihal OTT tersebut. "Kita masih cari info yang lengkap," ujar Pramono, Rabu (8/1).
Baca juga: Pegiat Keberagaman Sudarto tidak Ditahan tapi Tetap Tersangka
Untuk diketahui, Komisioner KPU periode 2017-2020 terdiri dari tujuh orang, yakni Arief Budiman (Ketua KPU), dan enam anggotanya yaitu Pramono Ubaid Tanthowi, Wahyu Setiawan, Ilham Saputra, Hasyim Asy'ari, Viryan dan Evi Novida Ginting Manik.
"Infonya masih simpang siur di OTT dengan status apa dan dalam kasus apa," pungkasnya. (OL-6)
SIDANG kasus pemblokiran Jalan Pantura dengan terdakwa dua pentolan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, memasuki babak akhir.
KPK ingatkan artis yang masuk politik untuk belajar tata kelola pemerintahan. Hal ini merespons Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang berdalih tidak tahu hukum karena latarbelakang pedangdut
KPK mengungkap perusahaan milik keluarga Fadia Arafiq mendominasi proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan selama 2025.
KPK menetapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal kasus korupsi pengadaan barang dan jasa. Fadia ditahan hingga 23 Maret 2026.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel usaha salon, restoran, hingga sejumlah mobil di rumah dinas yang diduga milik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
KPK ungkap detail OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terkait dugaan suap pengadaan 'outsourcing' di Pemkab Pekalongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved