Jumat 20 Desember 2019, 13:16 WIB

Dipilih sebagai Dewas KPK, Syamsuddin Haris Tiba di Istana

Akhmad Mustain | Politik dan Hukum
Dipilih sebagai Dewas KPK, Syamsuddin Haris Tiba di Istana

MI/MOH IRFAN
Calon Anggota Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris

 

PRESIDEN Joko Widodo dijadwalkan akan melantik lima orang Pimpinan dan lima orang Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi pada siang hari ini di Istana Negara. Salah satu calon anggota Dewan Pengawas KPK Syamsuddin Haris telah tiba di Istana Kepresidenan Jakarta.

Syamsuddin merupakan Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Syamsuddin mengaku dihubungi pihak istana untuk menjadi anggota dewan pengawas KPK tadi malam. "Semalam dihubungi," ujarnya.

Adapun, empat orang anggota Dewas KPK lainnya yang disebut-sebut ditunjuk Presiden Jokowi adalah mantan pimpinan KPK jilid I Tumpak Hatorangan Panggabean, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang, Nusa Tenggara Timur Albertina Ho, mantan Hakim Agung di Mahkamah Agung Artidjo Alkostar, Ketua DKPP Harjono.

Harjono mengaku ia menerima jabatan tersebut sebagai amanah.

"Ya pertama karena itu amanah yang diberikan ke saya, saya menghargai lah kepada beliau yang memberikan ke saya," ungkap Harjono.

Harjono mengaku dihubungi pada Kamis (19/12) malam. "Saya pikir-pikir dulu baru menerima, dan baru ada keputusan pagi ini," tambah Harjono.(OL-4)

Baca Juga

ANTARA/M Agung Rajasa

Tidak Kunjung Tuntas, RUU Minol Dinilai Buat Bingung DPR

👤Fachr Audhia Hafiez 🕔Minggu 24 Januari 2021, 11:54 WIB
Lambannya pengesahan juga dilatarbelakangi penolakan sejumlah fraksi. Tercatat ada tiga fraksi yang menolak membahas RUU itu yakni PDI...
MI/Ardi Teristi

Komisi I DPR RI Minta KKB di Papua Jangan Dibiarkan Berlarut-larut

👤Ardi Teristi 🕔Minggu 24 Januari 2021, 11:13 WIB
ANGGOTA Komisi I DPR RI, Sukamta pun memberi saran TNI bisa menerjunkan Kopassus karena jumlah KKB tidak...
MI/Susanto

Sepanjang 2020, 65 Terpidana Korupsi Ajukan PK

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Minggu 24 Januari 2021, 11:00 WIB
Lebih anehnya lagi, kata Ali, banyak narapidana korupsi yang mengajukan PK setelah putusan sidang tingkat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya