Jumat 13 Desember 2019, 10:20 WIB

Proyek Produksi Pesawat Tempur dengan Korea Selatan Berlanjut

Media Indonesia | Politik dan Hukum
Proyek Produksi Pesawat Tempur dengan Korea Selatan Berlanjut

ANTARA FOTO/Siswowidodo
Ilustrasi Pesawat Tempur.

 

MENTERI Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Korea Selatan, Jeong Kyeong-doo, di Jakarta, kemarin.

Pertemuan itu salah satunya membahas soal kelanjutan proyek kerja sama pesawat tempur Korean Fighter Experimental/Indonesian Fighter Experimental (KFX/IFX)  yang dikembangkan kedua negara. 

"Dalam pembicaraan tadi, (proyek pesawat) tetap dilanjutkan," kata Mahfud seusai bertemu Menhan Korsel, di Kantor Kemenko Polhukam.

Menurut Mahfud, kunjungan Menhan Korsel merupakan kunjungan biasa. Keduanya sempat membicarakan tentang kerja sama alutsista pesawat tempur KFX/IFX.

Meski demikian, menurut Mahfud, negosiasi kerja sama terkait hal itu merupakan ranah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. "Jadi, tidak ada yang spesifik yang diputuskan tadi. Ya itu biar nanti lah saya tidak masuk ke substansi, substansinya nanti biar Pak Prabowo yang membicarakan," imbuh Mahfud.

Staf Khusus Menhan bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antarlembaga Dahnil Anzar Simanjuntak menyebutkan, Kementerian Pertahanan masih menegosiasikan kelanjutan proyek KFX/IFX.

Pertemuan bilateral antara Menhan Prabowo dan Menhan Jeong yang berlangsung sekitar tiga jam di Kantor Kemenhan, Jakarta, kemarin,  juga membahas hal itu. "Pak Menhan masih bernegosiasi dengan melihat berbagai kemungkinan keputusan yang bisa diambil termasuk terkait anggaran dan lainnya," kata Dahnil.

Ia menekankan negosiasi proyek itu tidak boleh merugikan Indonesia.

Kerja sama pengembangan pesawat tempur KFX/IFX sempat tertunda sekitar 2009. Kemudian, pada 7 Januri 2016 Indonesia dan Korsel menandatangani cost share agreement dengan target produksi tahun depan.

KFX/IFX diperkirakan menelan investasi hingga US$8 miliar. Pemerintah Korea menanggung 60% biaya pengembangan pesawat, sisanya ditanggung KAI (perusahaan pembuat pesawat Korea) 20%, sedangkan pemerintah Indonesia 20%. (Ant/P-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Novrian Arbi

DPR Mengkaji Penggunaan Kotak Suara dari Kardus

👤┬áSri Utami 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 17:30 WIB
Wakil Ketua DPR  RI Sufmi Dasco Ahmad meminta Komisi II DPR untuk mengkajinya karena terkait dengan kerentanan kerusakan kertas...
MI/Pius Erlangga

Restorative Justice Kejaksaan Terhadap Penyalahgunaan Narkotika Diapresiasi PBB

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 17:15 WIB
Selain dari sisi kecepatan, RJ oleh Kejaksaan juga diapresiasi akibat kontrol yang dimiliki jaksa penuntut umum. Sejauh ini, lebih dari...
DOK Kejagung

Mafia Migor Kembali Terungkap, Penegakan Hukum Era Jokowi Diapresiasi,

👤Widhoroso 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:59 WIB
Penegakan hukum yang tidak pandang bulu oleh pemerintahan Joko Widodo menuai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya