Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT politik dari President University, Muhammad AS Hikam mengatakan mutu partai politik berpengaruh langsung terhadap perjalanan demokrasi. Ketika seluruh keputusan partai terutup dan dikuasai oligarki maka aspirasi masyarakat sulit tercermin dalam kebijakan pemerintah.
"Demokrasi itu intinya partai politik, oleh karena itu kalau pilar demokrasi itu sontoloyo maka demokrasinya juga begitu. Partai politik saat ini sulit dikontrol sehingga berjalan tanpa bertanggung jawab terhadap masyarakat dan jangan heran kalau ada transaksional dan pilkada waktunya panen raya untuk mengepul mahar politik," paparnya pada diskusi bertajuk Bola Liar Amendemen Konstitusi; Reformasi Dikorupsi vs Reformasi Partai di kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (29/11).
Pada kesempatan itu hadir Ketua PPP Mukhtamar Jakarta Humprey Djemat, Politisi Senior Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa dan Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz.
Menurut dia, agenda reformasi tidak masuk ke dalam tata kelola partai politik. Seharusnya era pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Soesilo Bambang Yudhoyono cukup untuk membentuk pilar demokrasi itu menjadi wadah yang menjunjung nilai-nilai sistem pemerintahan yang dianut.
Hal itu belum rampung, elit partai malah membiarkan pemerintahan mengarah ke ranah otoriter dengan masuknya partai yang laik menjadi oposisi menjadi pendukung bahkan penyangga pemerintah. "Dan sejumlah pakar menilai hal semacam ini dapat menumbuhkan kembali aritokrasi dan oligarki," tegasnya.
Sementara politisi senior Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan partai politik yang menjadi tiang demokrasi harus dikelola secara demokratis, menjunjung nilai hak asasi manusia dan mendorong supremasi hukum. Kemudian tidak sekedar menjalankan aturan dan prosedur namun mengabaikan esensi yang tertuang didalamnya.
Konsekwensinya, kata dia, maraknya praktik korupsi akibat partai politik jauh dari nilai-nilai tersebut. "Juga terkait dengan politik biaya tinggi yang mendorongnya pragmatisme partai sehingga berorientasi pada faktor modal ketimbang kapasitas dan integritas figur yang diusung dalam setiap momen pesta demokrasi," katanya.
Maka kini saatnya semua pemangku kepentingan menjaga demokrasi dengan menerapkannya dalam kegiatan dan landasan berpikir partai politik. "Reformasi yang menghendaki hidupnya prinsip-prinsip demokrasi itu bisa berjalan baik jika partai politik sebagai pilarnya dapat membenahi diri. Maka saatnya sekarang membenahi parpol, berantas korupsi dan selamatkan reformasi," pungkasnya. (OL-4)
Pilkada tak langsungĀ bertentangan dengan semangat demokrasi lokal dan tidak menyelesaikan persoalan biaya politik tinggi.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
PKS meraih penghargaan terbaik Indeks Integritas Partai Politik (IIPP) 2025 dari Kemenko Polkam dan BRIN dalam Rakor Evaluasi di Bali.
Pendaftaran calon pengganti anggota dewan komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi dibuka, Rabu (11/2).
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
Dia memastikan Adies tidak lagi terikat dengan Golkar, bahkan sebelum ia dipilih menjadi Hakim MK. "Sebelum ditetapkan. Ya beberapa hari lalu lah, suratnya nanti saya cek.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved