Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMAKSAAN pemilihan ketua umum Partai Golkar melalui cara aklamasi secara sepihak berisiko membuat partai berlambang pohon beringin itu terbelah.
Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan pihak yang bersikeras menginginkan aklamasi merupakan pihak yang tidak berani untuk berkompetisi.
"Kalau dipaksakan (aklamasi) dan dibungkam tanpa melalui proses justru malah tidak bagus," tutur Nusron saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (16/11).
Berkaca pada pelaksanaan Munas Bali 2014, Nusron menyebut, Aburizal Bakrie (Ical) yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Golkar memaksakan aklamasi yang mengakibatkan Golkar akhirnya terpecah sehingga prestasinya merosot jauh dalam pelaksanaan pilkada serentak 2015.
"Pada 2014 dipaksakan oleh Pak Ical, malah jadinya pecah," paparnya.
Nusron menjelaskan perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa dalam pelaksanaan Munas. Dirinya berharap perbedaan pendapat cukup terjadi dalam Munas dan tidak belanjut dalam kepengurusan Golkar secara keseluruhan. Golkar diharapkan bisa kembali bersatu dalam pelaksanaan Munas.
"Perbedaan pendapat itu biasa. Dalam Munas Bali lalu, Pak Airlangga Hartarto maju dapat 16 suara. Tapi malah ditampung jadi pengurus. Malah diusulkan jadi menteri. ini hal biasa dan habis Munas bisa menyatu lagi," paparnya.
Baca juga: Empat Nama Ini Disebut Jadi Kandidat Ketum Golkar, Siapa Mereka?
Saat ini setidaknya muncul empat kandidat ketua umum sehingga sulit terjadi aklamasi dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar pada Desember mendatang. Empat kandidat itu adalah Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo, Indra Bambang Utoyo, dan Ridwan Hisyam. (X-15)
Pengamat ESA Unggul Jamiluddin Ritonga kritik usulan koalisi permanen Golkar untuk Prabowo, dinilai berisiko lemahkan DPR dan checks and balances.
Alih-alih memperkuat efektivitas kerja parlemen, skema tersebut justru bisa memicu konflik internal.
KETUA Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Adies Kadir bukan lagi merupakan anggota maupun pengurus partai.
Dia memastikan Adies tidak lagi terikat dengan Golkar, bahkan sebelum ia dipilih menjadi Hakim MK. "Sebelum ditetapkan. Ya beberapa hari lalu lah, suratnya nanti saya cek.
Castro mengungkap adanya indikasi desain besar untuk melumpuhkan independensi MK dalam menetapkan Adies Kadir.
Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan Adies Kadir yang kini menjadi calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengundurkan diri dari Partai Golkar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved