Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
Sinergitas pelayanan yang baik dari Bea Cukai Tual, Imigrasi Tual, dan Karantina dalam memberikan pelayanan dalam kegiatan Darwin-Saumlaki Yacht Race 2019. Sinergi itu mendapat apresiasi penghargaan dari pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Pada upacara pembukaan Darwin Saumlaki Yacht Race Jumat (27/09) lalu, Staf Ahli Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Mesak Rahandekut mewakili bupati memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pariwisata Kepulauan Tanimbar atas terselenggaranya acara Sail Saumlaki tersebut. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar juga memberikan hadiah penghargaan kepada kinerja yang baik Bea Cukai Tual, Imigrasi, dan Karantina. Hadiah diterima oleh Kepala Sub Seksi Hanggar Pabean Cukai I Bea Cukai Tual, Iskandar.
“Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bea Cukai Tual, Imigrasi Tual, dan Karantina yang telah melakukan pelayanan yang optimal dan ikut aktif berpartisipasi mendukung acara ini. Kerja sama yang baik tersebut perlu dijadikan contoh semua pihak untuk menghasilkan output yang baik kepada masyarakat,” ujar Mesak dalam acara yang dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, Bea Cukai Tual, Imigrasi, Karantina, Dinas Pariwisata, para yachter dan instansi terkait lainnya.
Kegiatan Sail Darwin Saumlaki diikuti oleh delapan kapal wisata asing. Para Yachter melalui Dinas Pariwisata juga memberikan apresiasi yang setinggi tingginya atas pelayanan yang baik, sinergi yang baik CIQ sehingga acara berjalan dengan sukses.
“Dengan sinergi kolaborasi CIQ yang telah diawali dengan cross skills training program pada pertemuan sebelumnya telah membuahkan kerja nyata dengan hadiah piagam penghargaan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Diharapkan sinergitas CIQ dapat terus ditingkatkan dalam setiap kegiatan di lapangan,” tutur Iskandar setelah menerima penghargaan. (RO/OL-10)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
Instruksi 'bersih-bersih' tersebut merupakan kode untuk memindahkan tumpukan uang tunai dari lokasi awal.
KPK resmi menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Budiman Bayu Prasojo (BBP).
Para oknum tersebut sengaja menyiapkan lebih dari satu lokasi penyimpanan guna menghindari pemantauan aparat penegak hukum.
KPK temukan uang Rp5 miliar dalam 5 koper terkait kasus suap importasi Bea Cukai. Simak peran 6 tersangka termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved