Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
Untuk mewujudkan pelayanan birokrasi yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta meningkatkan kualitas pelayanan publik guna meningkatkan kepercayaan dari stakeholder dan seluruh masyarakat terhadap Bea Cukai, Kanwil Bea Cukai Sumbagtim dan Bea Cukai Lhokseumawe mencanangkan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) pada hari Rabu (18/9) dan Kamis (19/9) lalu.
Pencanangan ZI WBK WBBM ini dilakukan instansi pemerintah yang memiliki komitmen penuh untuk mewujudkan reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, Syarif Hidayat, mengungkapkan bahwa pencanangan ini merupakan perwujudan dari usaha memperbaiki layanan yang ada di Bea Cukai sekaligus tindak lanjut program KPK dan Kemenpan-RB yang mencanangkan 12 kawasan strategis sebagai lokasi dari program tersebut.
“Pencanangan kali ini menjadi bukti nyata keikutsertaan Bea Cukai dalam usaha perbaikan layanan. Bea Cukai sudah berkomitmen untuk mewujudkan clean government serta good governance sehingga hal ini menjadi sejalan untuk dilakukan Bea Cukai,” ujar Syarif.
Pencanangan Zona Integritas ini menjadi titik awal bagi Kanwil Bea Cukai Sumbagtim dan Bea Cukai Lhokseumawe dalam melakukan reformasi peningkatan layanan publik yang bebas dari KKN. Acara pencanangan ini kemudian diakhiri dengan penandatangan Wall of Integrity dari masing-masing tamu undangan beserta pejabat dan pegawai Bea Cukai. (RO/OL-10)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan korupsi terkait pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
KPK bongkar taktik pegawai Bea Cukai inisial SA yang kelola uang gratifikasi di safe house Ciputat. Uang Rp5,19 miliar disita terkait kasus impor barang KW.
Instruksi 'bersih-bersih' tersebut merupakan kode untuk memindahkan tumpukan uang tunai dari lokasi awal.
KPK resmi menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Budiman Bayu Prasojo (BBP).
Para oknum tersebut sengaja menyiapkan lebih dari satu lokasi penyimpanan guna menghindari pemantauan aparat penegak hukum.
KPK temukan uang Rp5 miliar dalam 5 koper terkait kasus suap importasi Bea Cukai. Simak peran 6 tersangka termasuk pejabat Ditjen Bea Cukai di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved