Minggu 22 September 2019, 11:15 WIB

Jaga Situasi Kondusif, PPM Papua Dukung Tambahan Pasukan di Papua

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Jaga Situasi Kondusif, PPM Papua Dukung Tambahan Pasukan di Papua

Dok. PPM Papua
Ketua PPM Papua Boy Markus Dawir

 

PEMUDA Panca Marga Provinsi Papua mendukung langkah TNI/Polri menambah pasukan di Papua. Pasalnya selain untuk memastikan situasi benar-benar kondusif, penempatan pasukan di Papua untuk memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat umum.

"Siapa yang bisa menjamin keamanan di Papua terutama juga kota strategis seperti Jayapura? Karena situasi bisa saja berubah kapan pun. Saat ini boleh saja sudah relatif terkendali tetapi ke depan belum ada jaminan akan terus aman. Jadi kami berikan dukungan adanya penambahan pasukan sampai situasi di Papua benar-benar aman," kata Ketua PPM Papua Boy Markus Dawir dalam keterangan kepada Media Indonesia di Jakarta, Minggu (22/9).

Pemuda Panca Marga Provinsi Papua adalah organisasi yang menghimpun anak-anak para veteran perang terutama yang berjuang dalam peristiwa pembebasan Irian Barat.

Boy menjelaskan, pihak PPM sudah menemui Kapolda Papua untuk memberikan dukungan agar Polri tetap menjaga situasi Kamtibmas di Papua.

Baca juga : Prajurit TNI Selamatkan Bocah Tenggelam di Sungai Warma

Hal yang sama diharapkan pada TNI agar personel TNI tetap disiagakan terutama pada obyek-obyek vital dan sarana prasarana publik strategis.

"Kami tidak ingin agar Polri dan TNI kecolongan. Karena jumlah masyarakat tentu lebih banyak dari petugas keamanan. Jika terjadi sesuatu gangguan siapa yang bisa mengatasi? Maka untuk sementara ini kami anggap penambahan psukan masih diperlukan," sambung Boy.

Ia berharap agar masyarakat bisa melaksanakan aktivitas dalam keadaan damai seperti sedia kala.

"Jika kota ini aman, maka segala aktivitas baik anggota TNI-Polri, ASN, anak-anak sekolah,  buruh tani, nelayan dan sebagainya bisa melaksankan kegiatan seperti biasanya. Saat ini kan masih banyak yang cemas sewaktu-waktu bisa meledak lagi,” tuturnya.

Terkait dengan pemberitaan lain yang meminta anggota TNI-Polri yang ada di papua dipulangkan. Boy menganggap pernyataan tersebut tidak pas,

“Siapa yang mau bertanggung jawab jika nantinya ada aksi serupa terjadi,” pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Memeriahkan Hari Kemerdekaan ke-77 RI, Istana Tampilkan Mobil Antik

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 13:09 WIB
“Ada Cadillac, ada (mobil kepresidenan) dari pemerintah daerah DKI juga menyumbang. Itu mobil-mobil yang dipelihara di Sekretariat...
Medcom/Kautsar Widya Prabowo

Partai Berkarya Targetkan 30 Kursi DPR di Pemilu 2024

👤Kautsar Widya Prabowo 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 12:21 WIB
Partai Berkarya menjadi partai politik (parpol) ke-24 yang mendaftarkan diri ke Gedung KPU Republik Indonesia...
ANTARA/M Risyal Hidayat

Kuasa Dicabut Sepihak, Kuasa Hukum Bharada E Bakal Minta Rp15 Triliun ke Negara

👤Siti Yona Hukmana 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 12:14 WIB
"Saya akan minta jasa saya sebagai pengacara yang ditunjuk negara, saya minta Rp15 triliun. Supaya saya bisa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya