Kamis 12 September 2019, 22:21 WIB

Filri Bahuri Akan Fokus Pada Kinerja dan Pencegahan Korupsi

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Filri Bahuri Akan Fokus Pada Kinerja dan Pencegahan Korupsi

MI/Susanto
Irjen Firli Bahuri mengikuti fit & proper test Capim KPK di DPR

 

CALON Pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjadi capim ke-4 yang mengikuti rangkaian kegiatan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dengan Komisi III DPR.

Dalam kesempatan tersebut Firli menyampaikan visi-misi dan strateginya memberantas korupsi. Salah satunya dengan cara fokus mewujudkan iklim clean governance atau tata kelola organisasi yang baik.

"Kami akan fokus kepada pelaksanaan good government, clean governance," sebut Firli di ruang rapat Komisi III, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9).

Firli juga menyebut akan fokus kepada bagian pencegahan dalam pemberantasan korupsi. Tanpa ragu dirinya juga menuturkan jika terpilih menjadi pimpinan KPK, Firli akan membuka kerja sama antara KPK dengan anggota dewan hingga partai politik dalam pemberantasan korupsi.

"Kita ingin dalam rangka melakukan pencegahan kita ingin membangun generasi berkarakter. Kita juga akan bekerja sama dengan anggota dewan hingga partai politik," ujarnya.

Dalam kesempatan uji kelayakan tersebut, Firli juga membahas tentang pengembalian kerugian aset negara atau asset recovery. Menurutnya hal tersebut merupakan salah satu agenda penting KPK dalam pemberantasan korupsi ke depan.

Baca juga : Pansel tak Temukan Pelanggaran Etik Irjen Firli Bahuri

"Kita bisa gunakan aset recovery berupa penyitaan aset dari hasil korupsi. Ini yang harus kita kerjakan agar kita bisa mengembalikan kerugian negara," jelasnya.

Menurut Firli, esensi keberadaan KPK ialah sebagai pelindung aset negara dari tindakan korupsi. Dirinya pun mengkritik kinerja KPK saat ini yang terkesan hanya fokus kepada bagian penindakan melalui operasi tangkap tangan (OTT).

"Tujuan penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi tidak hanya menghukum seseorang, memasukkan orang dalam penjara. Tapi hal yang paling penting bagaimana kita bisa mengurangi kerugian negara, kerugian keuangan negara, kerugian perekonomian negara. Itu hal yang paling penting," ucapnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Firli menyebutkan akan menerapkan program yang bisa memperkuat implementasi dan regulasi asset recovery. Sehingga selain OTT, KPK juga akan memiliki sistem untuk pengembalian aset negara.

"Perkuat implementasi, regulasi. OTT banyak sekali sehingga ada yang harus kita kerjakan agar kita bisa mengembalikan kerugian negara," ujarnya.

Sejumlah anggota Komisi III DPR pun memuji paparan Firli yang dinilai memiliki pandangan konseptual soal pemberantaan korupsi. Namun, adanya sinyalemen penolakan internal di KPK terhadap Firli pun jadi sorotan anggota DPR RI. (OL-7)

Baca Juga

Dok.MI

Densus 88 Tangkap Dua PNS yang Diduga Teroris di Aceh

👤Antara 🕔Jumat 22 Januari 2021, 21:39 WIB
Winardy mengatakan bahwa terduga berinisial SB alias AF merupakan pegawai negeri...
MI/Susanto

Kasus Asabri, Kejagung Fokus Pengamanan Aset

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 22 Januari 2021, 20:59 WIB
Kejagung bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih menghitung kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus...
Ilustrasi

Perpres RAN-PE Dinilai Berpotensi Timbulkan Persekusi

👤Emir Chairullah 🕔Jumat 22 Januari 2021, 20:55 WIB
Tidak jelasnya definisi maupun kriteria ekstremisme yang ada dalam aturan tersebut berpotensi menimbulkan aksi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya