Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDIRI Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA berpandangan ruang publik memerlukan lebih banyak perdebatan gagasan. Jika tidak diisi dengan aneka ide, lontaran pikiran, yang mengisi ruang publik, maka akan lebih banyak hoaks dan berita korupsi.
Denny mengatakan hal itu di Jakarta, Senin (19/8), saat diminta pendapatnya soal pengumuman Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tentang pemenang lomba tulisan yang menjadikan tulisan Denny JA sebagai bahan yang ditanggapi, yaitu NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi.
Menurut dia, isu yang dia angkat memang penting untuk dieksplorasi. Indonesia kini masih di simpang jalan akan menuju ke mana.
"Saya mengusulkan, justru dengan menggunakan Islamicity Index, sebaiknya Indonesia menempuh jalan demokrasi dan hak asasi manusia. Itulah pangkal polemik," katanya.
Denny meyakini, Indonesia harus menjadi negara mayoritas muslim pertama yang sukses sebagai negara demokrasi yang terkonsolidasi.
Sebelumnya, PWI mengumumkan juara penulisan artikel kebangsaan dalam rangka hari ulang tahun ke-74 kemerdekaan RI. Tulisan karya wartawan Republika, Selamat Ginting, dan Wakil Rektor I IAILM Pesantren Suryalaya Tasikmalaya, Asep Salahudin, menjadi juara lomba penulisan artikel kebangsaan yang diselenggarakan PWI bekerja sama dengan Inspirasi.co.
Baca juga: Konflik di Hanura tidak Kunjung Padam
Tulisan Ginting berjudul 'Kehadiran Pancasila sebagai sebuah ideologi bagi bangsa Indonesia adalah rahmat dari Tuhan' terbit di Koran Republika edisi 12 Mei 2019. Sedangkan Asep Salahudin menulis dua artikel, yakni berjudul 'Trajektori Politik Kebangsaan' yang dimuat di Koran Kompas dan 'NKRI Bersyariah dan Politik Kewargaan' yang dimuat di Media Indonesia.
Dua artikel ini meraih nilai tertinggi dan dewan juri memutuskan satu artikel, yakni 'NKRI Bersyariah dan Politik Kewargaan' yang meraih juara pertama. Lomba penulisan semula berlangsung 1 Januari-15 Februari 2019 tetapi kemudian diperpanjang hingga akhir Juli 2019.
Dewan juri dalam lomba penulisan kebangsaan ini ada lima orang. Mereka adalah Ketua Umum PWI Atal S Depari (sebagai ketua dewan juri) beserta empat anggota juri lainnya, yaitu pakar komunikasi Dr Rully Nasrulah, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) M Cholil Nafis, Lc MA PhD, Wakil Sekjen PWI Suprapto, dan wartawan senior Nurcholis MA Basyari.
Dewan juri setelah bekerja mulai awal Agustus sampai hari ini, akhirnya sepakat untuk memilih 10 artikel dari kategori wartawan dan 10 artikel dari kategori umum sebagai pemenang penulisan artikel kebangsaan.
"Ke depan, PWI akan terus mengampanyekan semangat kebangsaan melalui berbagai tulisan demi kemajuan Indonesia. Lomba penulisan ini adalah bagian dari upaya PWI dalam merawat semangat kebangsaan tersebut," ujar Atal, Jumat (16/8). (OL-1)
Ikrar setia NKRI dicetuskan dalam upacara resmi yang digelar di Pos Sinak BNPB Satgas Yonif 142/KJ, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak.
BINGKAI Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus diperkuat dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda dan membangkitkan semangat Sumpah Pemuda.
Adapun delapan poin utama yang tertuang dalam Piagam Pemuda Riau untuk Indonesia, yakni menjunjung tinggi nilai demokrasi dalam menyampaikan pendapat sesuai aturan perundang-undangan.
Bukan sekadar peringatan sejarah, Asyura 2025 serukan solidaritas bagi Palestina dan janji setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jaga NKRI! Temukan tantangan persatuan & strategi memperkuatnya. Artikel ini wajib dibaca untuk Indonesia yang solid!
Pada eklarasi tersebut, sekitar 1.400 orang perwakilan mantan anggota Jamaah Islamiyah siap kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
SEMANGAT kemerdekaan Indonesia selalu identik dengan kebebasan, termasuk kebebasan dalam memilih gaya hidup yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menghadirkan gebrakan berbeda dalam Karnaval Kemerdekaan HUT ke-80 Republik Indonesia.
Dengan pembaruan pendidikan, tokoh terdidik seperti Soekarno dan Sutan Sjahrir lahir dan menjadi pelita bagi masyarakatnya.
Dengan mengangkat karya intelektual, dialog kebangsaan, serta semangat persatuan, acara ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam membangun Indonesia.
Gebyar Kemerdekaan merupakan agenda tahunan Peradi Jakbar yang juga sebagai ajang silaturahim
Dalam pidatonya, Wakil Ketua Golkar DKI Ashraf Ali menegaskan bahwa perjuangan para pahlawan harus diteruskan dengan cara yang relevan di era modern ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved