Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI NasDem meminta pertemuan Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto tidak direspons berlebihan. Pertemuan keduanya diharap tidak dikaitkan dengan peluang berkoalisi.
"Kenapa harus masuk Gerindra dalam koalisi, alasannya apa? Kok ngotot begitu minta Gerindra masuk," tegas Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johnny G Plate di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/7).
Menurut Johnny, memperkuat posisi di parlemen tidak bisa dijadikan alasan mendesak Partai Gerindra bergabung. Koalisi pemerintah yang ada saat ini dengan 60% suara lebih sudah cukup untuk mengawal jalannya pemerintahan.
"Sekarang 60% masih kurang kuat? Kita bilang kita solid masih kamu khawatir. Sudah dibilang solid sehat dan kuat masih khawatir juga, kalau khawatir enggak akan ada selesainya. Jangan berpolitik kalau khawatir," tegas Johnny.
Baca juga: Megawati Persilakan Prabowo Melobi Joko Widodo
Johnny menyebut pertemuan Megawati dan Prabowo tidak ada tersirat komitmen keduanya untuk bersama-sama di kabinet. Pertemuan itu hanya sebatas silaturahmi dua sahabat lama. Dalam iklim demokrasi, hal itu baik dan patut ditiru.
"Kalau bertemu sesering mungkin lebih bagus lagi tapi dengan hormati dengan sikap politik masing-masing," ucap Johnny.
Johnny menambahkan untuk menyolidkan jalannya pemerintahan Jokowi tidak perlu mengajak pihak-pihak dari luar untuk bergabung.
Menurut dia, jalannya pemerintahan butuh satu visi dan misi yang sudah menjadi komitmen dari awal.
"Bagaimana mengajak orang dari luar untuk solid kalau dari luar bertentangan dari program. Kamu menyaksikan sembilan bulan perbedaan, jubir (juru bicara), influencer merendahkan Jokowi luar biasa, apakah itu sejalan," kata Johnny.
Ia menghormati sikap Gerindra yang akan mengambil keputusan apakah bergabung bersama pemerintah atau tetap menjadi oposisi. Namun, perlu dicatat keputusan bergabung ada di tangan partai politik (parpol) koalisi bukan dari Gerindra itu sendiri.
"Gerindra ambil keputusan di rapatnya kami bergabung boleh, mengambil keputusan tetap ada di luar boleh kami hormati. Tapi kalau mau bergabung tergantung kami," pungkas dia. (Medcom/OL-2)
Simak profil lengkap Prabowo Subianto, dari karir militer cemerlang, kiprah politik, hingga terpilih menjadi Presiden ke-8 Republik Indonesia.
Warga menyampaikan bahwa mereka merasa sangat terbantu dengan kehadiran SPPG Terjun Medan Marelan dan Partai Gerindra.
Keberangkatan Mirwan bersama istrinya untuk menunaikan ibadah umrah memicu sorotan publik.
Simak profil lengkap Prabowo Subianto, Presiden RI ke-8. Telusuri perjalanan karier militer, jejak politik, hingga visi Asta Cita untuk Indonesia Emas.
Dasco mengaku belum mengetahui apakah penolakan kader itu menjadi pertimbangan bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
FRAKSI Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta menyatakan keberatan terhadap rencana pemotongan subsidi pangan murah sebesar Rp300 miliar dalam RAPBD DKI 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved