Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNYATAAN Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait siap membantu pemerintah bila diperlukan sejatinya jangan disalahartikan. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat bertemu capres terpilih Joko Widodo di Stasiun MRT Jakarta, Sabtu (13/7) pekan lalu.
"Tentu yang dimaksudkan siap bila diperlukan bukan berarti kita minta-minta jabatan. Tentu kami punya visi misi, program yang disampaikan Prabowo tentang kedaulatan pangan, kedaulatan energi, sumber daya air, pemerintahan yang baik," ujar Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria ketika dihubungi, Selasa (23/7).
Merespons informasi adanya pertemuan antara Prabowo, Megawati dan Jokowi, Riza menegaskan rencana pertemuan para tokoh itu dipastikan hanya sebatas silaturahmi. Bukan pula membahas politik, hasil pilpres dan menarik Gerindra ke dalam koalisi. Namun, sambung dia, apabila ternyata ada tawaran untuk bergabung, Gerindra tetap mempertimbangkannya.
"Kami tidak pada posisi meminta-minta. Kalau kami diajak berkoalisi, tentu koalisi yang seperti apa? Kami tidak ingin sekedar mendukung pemerintah tapi kemudian pemerintahnya tidak bisa memajukan rakyatnya, tidak bisa membangun bangsa. Kami ingin kalau di dalam kami bisa memberikan sumbangsih yang positif dan Indonesia lebih maju, lebih baik."
Baca juga: Gerindra: Pertemuan Prabowo dan Megawati Sekadar Silaturahmi
Ia pun merespons pertemuan beberapa pimpinan partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Senin (22/7). Mereka yang hadir dalam pertemuan itu ialah Ketum Partai NasDem Surya Paloh, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, dan Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa. Dalam pertemuan itu tersirat bahwa mereka tidak ingin menambah anggota koalisi.
Menurut Riza, dalam rangka membangun demokrasi tentu sistem check and balance tetap diperlukan. Pemerintahan yang baik pun diakuinya adalah pemerintahan yang konstruktif dengan hadirnya oposisi untuk mengoreksi.
"Jadi kalau memang dari pihak partai pendukung koalisi pemerintah merasa cukup dan tidak menginginkan adanya tambahan dari pendukung Koalisi Indonesia Adil Makmur (KIKM), kami sangat menyadari dan memahami. Kami tidak pernah meminta-minta, apalagi memaksa, minta kursi, minta jabatan, itu bukan tipe dan karekteristik dari Prabowo, Sandiaga, dan Gerindra," tandasnya.(OL-5)
Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III menunjukkan sisi hangat diplomasi internasional saat berdiskusi soal konservasi lingkungan sambil menikmati secangkir teh hangat
Jikalahari menilai langkah Presiden Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan sumber daya alam (SDA) di Sumatra merupakan koreksi awal penggunaan hutan yang mengesampingkan lingkungan
KLH menjalankan penegakan hukum lingkungan menyusul keputusan Presiden Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan yang menyebabkan bencana banjir di sumatra
LBH Padang menuntut payung hukum tegas seperti Keppres dalam pencabutan 28 izin lingkungan oleh Presiden Prabowo Subianto agar lahan tidak jatuh ke tangan BUMN atau aparat.
PRESIDEN Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan setelah bencana banjir Sumatra. LBH Padang Adrizal mengingatkan agar memastikan lahan bekas konsesi tak dialihkan
LBH Padang menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto yang mencabut izin 28 perusahaan setelah bencana banjir Sumatra tak boleh hanya pencitraan atau lip service negara
Simak profil lengkap Prabowo Subianto, dari karir militer cemerlang, kiprah politik, hingga terpilih menjadi Presiden ke-8 Republik Indonesia.
Warga menyampaikan bahwa mereka merasa sangat terbantu dengan kehadiran SPPG Terjun Medan Marelan dan Partai Gerindra.
Keberangkatan Mirwan bersama istrinya untuk menunaikan ibadah umrah memicu sorotan publik.
Simak profil lengkap Prabowo Subianto, Presiden RI ke-8. Telusuri perjalanan karier militer, jejak politik, hingga visi Asta Cita untuk Indonesia Emas.
Dasco mengaku belum mengetahui apakah penolakan kader itu menjadi pertimbangan bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
FRAKSI Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta menyatakan keberatan terhadap rencana pemotongan subsidi pangan murah sebesar Rp300 miliar dalam RAPBD DKI 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved