Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNYATAAN Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait siap membantu pemerintah bila diperlukan sejatinya jangan disalahartikan. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat bertemu capres terpilih Joko Widodo di Stasiun MRT Jakarta, Sabtu (13/7) pekan lalu.
"Tentu yang dimaksudkan siap bila diperlukan bukan berarti kita minta-minta jabatan. Tentu kami punya visi misi, program yang disampaikan Prabowo tentang kedaulatan pangan, kedaulatan energi, sumber daya air, pemerintahan yang baik," ujar Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria ketika dihubungi, Selasa (23/7).
Merespons informasi adanya pertemuan antara Prabowo, Megawati dan Jokowi, Riza menegaskan rencana pertemuan para tokoh itu dipastikan hanya sebatas silaturahmi. Bukan pula membahas politik, hasil pilpres dan menarik Gerindra ke dalam koalisi. Namun, sambung dia, apabila ternyata ada tawaran untuk bergabung, Gerindra tetap mempertimbangkannya.
"Kami tidak pada posisi meminta-minta. Kalau kami diajak berkoalisi, tentu koalisi yang seperti apa? Kami tidak ingin sekedar mendukung pemerintah tapi kemudian pemerintahnya tidak bisa memajukan rakyatnya, tidak bisa membangun bangsa. Kami ingin kalau di dalam kami bisa memberikan sumbangsih yang positif dan Indonesia lebih maju, lebih baik."
Baca juga: Gerindra: Pertemuan Prabowo dan Megawati Sekadar Silaturahmi
Ia pun merespons pertemuan beberapa pimpinan partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) di Kantor DPP NasDem, Jakarta, Senin (22/7). Mereka yang hadir dalam pertemuan itu ialah Ketum Partai NasDem Surya Paloh, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, dan Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa. Dalam pertemuan itu tersirat bahwa mereka tidak ingin menambah anggota koalisi.
Menurut Riza, dalam rangka membangun demokrasi tentu sistem check and balance tetap diperlukan. Pemerintahan yang baik pun diakuinya adalah pemerintahan yang konstruktif dengan hadirnya oposisi untuk mengoreksi.
"Jadi kalau memang dari pihak partai pendukung koalisi pemerintah merasa cukup dan tidak menginginkan adanya tambahan dari pendukung Koalisi Indonesia Adil Makmur (KIKM), kami sangat menyadari dan memahami. Kami tidak pernah meminta-minta, apalagi memaksa, minta kursi, minta jabatan, itu bukan tipe dan karekteristik dari Prabowo, Sandiaga, dan Gerindra," tandasnya.(OL-5)
Selama ini, hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab memang berkembang pesat, terutama pada sektor energi, infrastruktur, dan proyek-proyek pengembangan ekonomi baru.
Dalam kunjungan kerjanya ke Uni Emirat Arab, Prabowo bertemu langsung dengan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Bahr, Kamis (26/2).
Setibanya di Bandara Presidential Flight pukul 18.00 waktu setempat, kehadiran Presiden langsung disambut hangat oleh perwakilan warga Indonesia yang bermukim di sana.
Pesawat Presiden Prabowo Subianto mendapat penghormatan luar biasa berupa pengawalan jet tempur F-16 Angkatan Udara Yordania sebelum mendarat di Amman.
Hari ini (25/2), Prabowo bertemu dengan Raja Yordania, Abdullah II membahas pendidikan hingga isu timur tengah
ICW meminta KPK mengawasi 1.179 SPPG milik Polri karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan ketimpangan pengelolaan dana hingga Rp2,2 triliun per tahun.
Simak profil lengkap Prabowo Subianto, dari karir militer cemerlang, kiprah politik, hingga terpilih menjadi Presiden ke-8 Republik Indonesia.
Warga menyampaikan bahwa mereka merasa sangat terbantu dengan kehadiran SPPG Terjun Medan Marelan dan Partai Gerindra.
Keberangkatan Mirwan bersama istrinya untuk menunaikan ibadah umrah memicu sorotan publik.
Simak profil lengkap Prabowo Subianto, Presiden RI ke-8. Telusuri perjalanan karier militer, jejak politik, hingga visi Asta Cita untuk Indonesia Emas.
Dasco mengaku belum mengetahui apakah penolakan kader itu menjadi pertimbangan bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
FRAKSI Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta menyatakan keberatan terhadap rencana pemotongan subsidi pangan murah sebesar Rp300 miliar dalam RAPBD DKI 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved