Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya akan bekerja keras menindaklanjuti temuan Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF) Novel Baswedan.
"Prinsipnya, kami akan kerja keras," kata pria yang akrab disapa Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/7).
Menurutnya, setelah hasil investigasi TGPF kasus Novel diumumkan, pihaknya membentuk tim teknis untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Tim yang dipimpin oleh Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Idham Azis tersebut akan bekerja selama enam bulan.
"Anggota tim berasal dari Polri. Sedang mempelajari hasil investigasi TGPF yang tertuang dalam laporan yang lampirannya setebal 2.700 halaman," sebutnya.
Baca juga: Jokowi Beri Waktu 3 Bulan untuk Tim Teknis Ungkap Kasus Novel
Iqbal menambahkan kemungkinan telaah rekomendasi TGPF dan seleksi tim teknis membutuhkan waktu beberapa pekan. Sebab, proses itu perlu dilakukan agar hasil penyelidikan lebih optimal.
"Saya prediksi, dalam beberapa minggu ke depan ini masih perlu waktu untuk mempelajari dan memilih. Paling penting untuk mempelajari itu dulu karena harus dislide-kan dan disesuaikan. Bukan hanya membaca, rapat, gelar (perkara) dan lain-lain," paparnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menerima hasil rekomendasi dari Tim Pencari Fakta Polri soal kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. Jokowi lalu memberikan waktu tiga bulan agar tim teknis Polri menindaklanjuti temuan tersebut.
“Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim yang sudah menyampaikan hasilnya dan hasil itu mesti ditindaklanjuti,” kata Jokowi di Istana Negara, kemarin.(OL-5)
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk tetap tabah dalam menjalankan tugas meskipun kerap menjadi sasaran serangan serta kritik tajam.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved