Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengapresiasi sikap generasi milenial yang mampu merangkul perbedaan dan menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Hal itu diungkapkannya saat menghadiri acara kolaborasi milenial pendukung Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Jakarta, yakni KitaSatu dan Gerakan Milenial Indonesia (GMI), yang juga turut mengundang Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir.
"KitaSatu Indonesia juga teman-teman GMI menunjukkan satu kedewasaan untuk menghargai sebuah perbedaan dan perbedaan tidak perlu langsung berlarut-larut dalam satu bingkai permusuhan, tapi ini bingkainya bingkai NKRI," ujar Sandi di Kemang Village, Jakarta Selatan, Sabtu (12/7).
Sikap tersebut, lanjut Sandi, menyimbolkan suatu kesiapan generasi milenial dalam menatap dan membangun masa depan Indonesia. Sandi lantas menyebut, tantangan terberat bangsa Indonesia ke depannya ialah dalam bidang ekonomi.
Untuk itu, Sandi mengajak para generasi milenial merubah narasi yang berorientasi pada polarisasi menjadi berorientasi pada entrepenuership guna membangun ketahanan ekonomi Indonesia ke depan.
Baca juga: Erick Sebut Pertemuan Jokowi-Prabowo di MRT Simbol Pembangunan
"85 juta milenial kita melihat bahwa tantangan terberat ekonomi Pak Erick bilang tadi entrepreneurship. Kita harus pastikan bahwa lapangan kerja tetap tercipta, dan narasi harus kita ubah, bukan lagi kita 01-02, tapi narasinya adalah entrepreneurship. Narasinya bagaimana kita membangun suatu kekuatan ekonomi, jadi itu yang narasinya harus kita mulai di hari ini," tutur Sandi.
Sedangkan Erick Thohir mengungkapkan pertemuan yang digagas oleh generasi milenial pendukung Jokowi maupun Prabowo pada sore hari ini, sebagai pemantik bagi anak muda untuk ikut membangun dan berkontribusi bagi bangsa dalam segala bidang, tidak terbatas hanya di bidang politik ataupun satu bidang tertentu saja.
"Mulai saat ini membangun di masing-masing karirnya, pengusaha, profesional, inovator. Ini harus mulai, karena tadi saatnya sudah tepat, ini yang harus dikolaborasi. Jangan juga semua anak muda Indonesia terjebak di politik, politik adalah salah satu jalur tapi pengusaha juga jalur juga, profesional juga jalur. Saya rasa harus menjadi bagian dari semua," tukas Erick.
Acara dengan tajuk 'Young penting Indonesia; Future Leader is Coming' yang digagas oleh KitaSatu dan GMI dibuka pada pukul 16.00 WIB.
Bertempat di Aveneu of the stars Kemang Village dihadiri oleh sejumlah inisiator dan influencer kaum milenial di antaranya Pradana Indraputra, Arief Rosyid, dan Sasha Tutuko. (OL-1)
Milenial dan Gen Z mulai meninggalkan parameter kesuksesan tradisional seperti kepemilikan rumah atau tabungan jangka panjang, menuju pengelolaan keuangan yang personal dan berbasis nilai.
Bagi Gen Z dan milenial, kost bukan lagi sekadar tempat tinggal sementara. Hunian sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan rutinitas harian.
Ingin melancong ke Uni Emirat Arab? Ini 7 destinasi yang cocok bagi Gen Z dan Milenial yang ingin berkunjung ke Dubai.
Wisatawan Indonesia terus menunjukkan antusiasme untuk bepergian, akan tetapi setiap generasi memiliki cara berwisata dan mencari pengalaman baru yang berbeda.
Remaja masa kini sulit lepas dari ponsel, bahkan di pesta ulang tahun. Simak ide pesta nostalgia tanpa layar yang bisa membuat mereka kembali menikmati kebersamaan.
Riset ini mengungkap perbedaan mencolok dalam cara Gen X dan Millennial mengelola pendidikan, kesejahteraan emosional, pengeluaran, dan waktu bersama keluarga.
Setara Institute sebut penyiraman air keras Andrie Yunus (KontraS) sebagai alarm bahaya bagi demokrasi. Polisi didesak bongkar aktor intelektual serangan
Demokrasi menuntut semua pihak menjunjung tinggi sikap saling menghormati, termasuk ketika terjadi perbedaan pandangan.
Yusril menyatakan bahwa pembela Hak Asasi Manusia (HAM) bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara, sehingga keselamatan mereka harus dijamin oleh hukum.
SERANGAN gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Ayatullah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi Iran telah mengguncang politik global
Perang antara AS-Israel dan Iran yang berlangsung begitu brutal di depan miliaran pasang mata manusia menyisakan pertanyaan yang tak mudah dijawab
Ia menekankan bahwa pelibatan militer seharusnya menjadi langkah terakhir dalam situasi luar biasa ketika aparat penegak hukum tidak lagi mampu menangani ancaman yang muncul.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved