Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KURSI pimpinan MPR masih menjadi rebutan beberapa partai politik. Meski begitu, belum ada satu pun paket pimpinan MPR yang dirilis parpol, baik dari koalisi pemerintah maupun oposisi. Ketatnya persaingan perebutan kursi ketua MPR diduga menjadi alasan utama belum adanya kesepakatan antarparpol.
Pengamat politik Said Salahudin melihat, meski belum ada pernyataan gamblang, sebenarnya telah terjadi persaingan panas antarparpol dalam perebutan kursi ketua MPR. Ia tak yakin paket pimpinan MPR akan disepakati secara musyawarah mufakat.
Untuk mencegah terjadinya ketegangan dan perseteruan antarparpol, Said mengatakan tidak ada salahnya paket pimpinan MPR, unsur DPD menjadi ketua. Dengan begitu, parpol berdiri sejajar sebagai wakil ketua. “Selama tiga periode, DPD belum pernah menjadi ketua MPR. Bisa saja ke depan unsur ketuanya dari DPD sehingga meredam ketegangan antarpartai,” ujar Said, dalam diskusi 4 Pilar MPR, di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Anggota MPR dari Fraksi NasDem Johnny G Plate mengatakan keterlibatan DPD dalam paket pimpinan MPR merupakan keharusan. Hal itu sesuai dengan UU MD3 yang menyebutkan pimpinan MPR terdiri atas unsur DPR dan DPD. “MPR itu harus terdiri atas DPR dan DPD,” ujar Johnny.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD, Nono Sampono, tidak menampik pen-tingnya DPD dalam kepemimpinan MPR. Ia mengatakan berbeda dengan MPR dan DPR, unsur DPD lebih minim kepentingan politik. Keberadaan unsur DPD di pimpinan, khususnya ketua MPR, akan meredam suasana konflik antarparpol.
“Di DPD tidak ada koalisi karena anggotanya berbasis wilayah. Meski ada wilayah Indonesia Barat, Tengah, dan Timur, tapi mereka tetap mencair tanpa sekat,” jelas Nono. (Pro/P-3)
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan dalam ekosistem Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).
WAKIL Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan sebagai pilar utama pembangunan desa.
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya sistem jaminan kesehatan nasional.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai usulan kenaikan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen menjadi 7% terlalu tinggi dan berpotensi memberatkan partai politik.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved